Kadispendukcapil, H. Djafri Jusuf Percepat E-KTP dengan Inovasi

7
Djafri Jusuf. (foto/bb/wid)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – INOVASI menjadi kunci keberhasilan program. Tak terkecuali dalam perekaman KTP elektronik (E-KTP). Masih banyaknya warga yang belum memiliki E-KTP membutuhkan kerja keras dan inovasi. Setidaknya, kebijakan ini menjadi prioritas bagi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadispendukcapil) Banyuwangi, H. Djafri Jusuf. Kini, dengan inovasinya, masyarakat dimanjakan. Seperti, bisa mengurus E-KTP pada akhir pekan, Sabtu-Minggu.

Bukan tanpa alasan membuat inovasi pelayanan Sabtu-Minggu. Salah satunya, memberikan kesempatan bagi warga yang sibuk bekerja. Sehingga, akhir pekan masih bisa mengurus pencetakan E-KTP. Menurut Djafri, dasar hukum layanan akhir pekan ini mengikuti Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 19/2018 tentang Peningkatan Kualitas Layanan Administrasi  Kependudukan dan Surat , Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri tahun 2018.

“ Pelayanan E-KTP kita buka mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Khusus melayani permohonan dan cetak  E-KTP. Sementara untuk administrasi lain, seperti KK dan Akta akan dilayani pada hari aktif,” kata Djafri saat berbincang dengan Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Tidak hanya membuka layanan pada akhir pekan, pihaknya menyiapkan mobil keliling untuk perekaman E-KTP. Sasarannya, ke SMA dan sederajat. Pihaknya juga memetakan beberapa lokasi-lokasi yang sulit diakses untuk melakukan perekaman bagi masyarakat. Seperti Wongsorejo, Pesanggaran hingga Purwoharjo dan wilayah perkebunan.

Kenapa perekaman E-KTP terkadang lama ? Menurut Djafri, kasus ini ditengarai akibat persamaan iris mata saat perekaman, persamaan nama dan nomor serta lainnya. Sehingga pusat akan memverifikasi, kemudian akan diberitahukan kepada warga yang tertunda tersebut. Lalu, dialihkan menggunakan Surat Tanda Keterangan Sementara (Suket).

Untuk mempercepat lagi, pihaknya memberi kewenangan bagi 6 kecamatan bisa melakukan cetak E-KT. Masing-masing, Kecamatan Kalibaru, Genteng, Sempu, Wongsorejo, Muncar dan Siliragung. Dibuka sejak Oktober 2017. Pihaknya berharap dengan dibukanya enam kecamatan ini akan mempermudah warga, tak perlu antre ke Banyuwangi.  Selain enam kecamatan, perekaman juga bisa dilakukan di mall pelayanan publik.

Meski menjadi jujugan warga, Djafri memastikan tak memberikan ruang bagi stafnya menerima “sogokan” dalam pelayanan. Khususnya, pengurusan E-KTP.

 “Iya, kami tahu itu, tapi yang jelas itu bukan dari kami, karena kami sudah memiliki SOP, dan pihak kami juga diawasi oleh CCTV, supaya tidak melakukan pungli. Sebab intinya mengurus e-KTP itu, Gratis,” pngkasnya. (wid)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan