Pedagang Krai, Omzetnya Rp 300.000 per Hari

Pedagang krai di pinggir Jalan Raya Kabat, Desa Pakistaji. (foto/bb/tin)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Sudah menjadi tradisi, saat bulan Ramadhan, para pedagang krai mulai membuka lapak. Mereka berderet di sepanjang jalan Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat. Para pedagang ini rata-rata sudah bertahun- tahun berjualan krai saat Ramadhan tiba. Bulan puasa, menjadi musim panen. Seperti diakui Temu, salah satu pedagang krai. Wanita asli Desa Pakistaji ini lima tahun belakangan berjualan krai ketika Ramadhan. Menurutnya krai diminati sebagai bahan es buah. “Saat ramadhan, krai laris,” ucapnya, Kamis (31/5).

Buah krai ini didatangkan dari kawasan setempat dan desa lain. Dengan modal Rp 300.000 Temu memulai usahanya. Buah krai dia jual berbagai ukuran dengan harga  Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per buah. Peminatnya lumayan. Tiap hari wanita paruh baya ini menggelar lapak mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Omzetnya, Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per hari.

Tak hanya sendiri, banyak pedagang lain berjualan krai di kawasan ini. Sri Wulandari, pedagang krai lainnya yang juga menuai berkah ketika datangnya Ramadhan. Selain krai, lapak wanita asli Desa Pakistaji ini penuh dengan tumpukan labu. “Kalau saya baru tiga tahunan mulai berjualan,” ungkapnya.

Sri mengawali usahanya dari modal Rp 200.000. Menurutnya selain buah krai, labu juga banyak diminati saat Ramadhan. Pelanggannya rata-rata para pengguna jalan. Labu didatangkan dari kawasan Wongsorejo, dan Gladag. Sementara krai dari petani setempat. Buah krai banyak di tanam petani setempat. Labu dijual seharga Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per buah. Meski hasil penjualan labu per harinya tak terlalu banyak, antara  4 – 5 buah, Sri tetap mendatangkan stok labu. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here