Dapat Beras Premium, Raskin di Banyuwangi Sumringah

Warga di Desa Kembiritan, Genteng, Banyuwangi menerima beras dan telur dari BPNT, Senin (21/5). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) РWarga miskin (gakin) di Banyuwangi bisa ikut hidup layak, terutama menikmati beras berkualitas premium. Mereka mendapatkan sembako tersebut secara gratis melalui program bantuan pangan non tunai ( BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos).  Setiap gakin mendapatkan jatah 10 kilogram beras premium. Ditambah setengah kilogram telur ayam.

“Selama ini kita tidak pernah menikmati beras premium. Rasanya gimna juga tidak tahu. Dengan bantuan non tunai ini, kami bisa mendapatkan beras kualitas baik ditambah telur,” kata Aspiyah, penerima BPNT dari Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Senin (21/5).

Wanita 60 tahun ini mengaku selama ini hanya mendapat bantuan raskin. Rasanya bisa dibayangkan. Apek, terkadang rusak. Jika membeli¬† beras pun, tak mampu yang berkulitas. Hanya beras biasa. Maklum, Aspiyah seorang janda. Ekonominya pas-pasan. ” Ini dapat telur juga lumayan, terus gratis, tidak ada potongan,” ujarnya.

Jika raskin dahulu, masih ada uang pengganti Rp 15.000 per sak beras. Dia berharap beras premium gratis ini bisa terus berjalan rutin. Sehingga, dirinya bisa mendapatkan beras yang enak dan lauk sehat.

Berbeda dengan Aspiyah, Yanti, warga penerima BPNT lainnya justru enggan memilih beras premium. Warga Desa Setail, Kecamatan Genteng ini justru memilih beras biasa. Alasannya, bisa dapat jatah lebih banyak. ” Beras premium hanya 10 kg, kalau beras biasa bisa dapat lebih banyak. Anak saya ada empat,” kata Yanti.

Menurutnya, dengan beras biasa, jatah makan untuk keluarganya bisa lebih lama. Sebab, per hari dirinya membutuhkan beras 1 kilogram. Telur yang didapat juga bisa dipakai dua hingga tiga hari makan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi Peni Handayani mengatakan BPNT merupakan program pengganti raskin. Dengan program ini raskin diganti beras berkualitas premium dan telur, diberikan setiap bulan. ” Banyuwangi jadi percontohan bersama empat kabupaten di Jatim,” kata Peni.

Pencairan BPNT ini bisa melibatkan agen atau BUMDes. Di Banyuwangi ada beberapa BUMDes yang sudah menangani pencairan BPNT. Di Banyuwangi lanjut Peni penerima BPNT mencapai 111.000 gakin. Sebelumnya, tercatat sekitar 117.000 gakin. Selain gakin, warga yang tercatat dalam Program Keluarga Harapan (PKH) juga mendapatkan BPNT. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here