Beras Berkutu, Gakin Bisa Langsung Lapor

Wabup Banyuwangi menyerahkan kartu penerima BPNT di Desa Setail, Kecamatan Genteng, Senin (21/5). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan ke warga miskin (gakin) diminta diawasi ketat. Wabup Banyuwangi Yusuf Widiatmoko meminta kualitas beras dan telur yang diberikan ke warga benar-benar sesuai standar. Jika tidak, warga bisa melapor ke Pemkab.

“Berasnya harus premium. Telurnya tidak boleh busuk. Kalau ada beras rusak dan telurnya busuk, langsung laporkan ke Pemkab,” kata Wabup usai menyerahkan BPNT di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Senin (21/5).

Menurut Wabup, program BPNT ini dikucurkan dari Kemensos, pengganti raskin. Di Banyuwangi, lanjutnya, BPNT dicairkan melaluo BUMDes. ” Kita minta kualitas beras dijaga. Jangan mengejar untung. Kalau ada BUMDes yang nakal dilaporkan saja,” tegasnya.

Pihaknya berharap dengan BPNT warga miskin bisa mendapatkan sembako yang layak dan bergizi. Lalu, warga penerima BPNT juga wajib diberikan pilihan, beras premium atau beras biasa. Sehingga, warga mendapatkan beras sesuai yang diharapkan. Beras dari BPNT ini juga murni gratis, bebas potongan biaya. Berbeda dengan raskin yang mewajibkan potongan biaya Rp 1600 per kilogram.

Di Banyuwangi, gakin penerima BPNT mencapai 111.000 warga. Selain gakin, para penerima program keluarga harapan (PKH) juga mendapatkan BPNT, berupa beras premium 10 kilogram dan telur setengah kilogram. Total nilainya Rp 110.000, dicairkan setiap bulan sekali. Bantuan ini cair mulai April 2018. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here