Siaga Teroris, Polres Waspadai Pelabuhan Rakyat

15
Polisi bersenjata menjaga ketat pintu masuk Polres Banyuwangi, Selasa (15/5). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Aksi bom bunuh diri yang mengguncang beberapa lokasi di Surabaya, membuat Polres Banyuwangi ikut siaga. Salah satunya, memperketat akses penyeberangan dari Jawa ke Bali. Tak hanya Pelabuhan Ketapang, pelabuhan rakyat mendapat atensi khusus. Apalagi, pelabuhan rakyat di Banyuwangi bersinggungan dengan Bali.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengatakan pasca-bom di Surabaya, pihaknya langsung memperketat pengamanan di semua sektor. Khususnya obyek vital. Mulai pelabuhan, bandara, dipo Pertamina dan pelabuhan rakyat. ” Di pelabuhan rakyat, kami menambah intensitas pengamanan. Kami juga libatkan para nelayan,” jelas Kapolres asal Surabaya ini.

Dijelaskan, penambahan pengamanan dilakukan dengan menggelar razia terus menerus, setiap malam hingga dini hari. Targetnya, tempat-tempat vital di Banyuwangi. Meski memiliki banyak obyek vital, kata Kapolres, belum ada bantuan pengamanan dari Polda Jatim. Menurutnya, jumlah pasukan Polres masih cukup melakukan pengamanan di beberapa obyek vital. ” Khusus di Pelabuhan Ketapang jumlah pengamanan kita tambah. Fokusnya razia penumpang yang akan menyeberang ke Bali,” jelasnya.

Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengantisipasi masuknya teroris ke Banyuwangi, termasuk potensi menyeberang ke Bali. Apalagi, kata dia, Banyuwangi berpotensi tumbuhnya radikalisme. Sedangkan jumlah TNI/Polri sangat terbatas. “Memang ada potensi, tapi kita antisipasi terus,” imbuhnya.

Mengantisipasi radikalisme, pihaknya banyak turun ke sekolah dan pondok pesantren (ponpes). Harapannya, aksi terorisme bisa ditekan sejak dini. Pihaknya  juga mengajak masyarakat memerangi penyebaran foto dan videi tragedi bom bunuh diri. Sebab, akan membuat pelaku teror makin mendapatkan angin untuk beraksi. (udi)