Kaos Distro, Bisa “Online” dan “Offline”

9
Produk distro bisa dijual online dan offline. (foto/bb/wid)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PELUANG usaha distro menjanjikan. Banyak pasar yang bisa dijadikan target penjualan. Mulai dari yang online maupun yang offline, keduanya sama-sama menggiurkan. Cakupan pasarnya juga sangat luas, mulai dari anak-anak hingga dewasa, pria maupun wanita. Tergantung strategi pemasaran.

Seperti diakui Eko Andriyanto, pemilik “TwinHead Store” distro di Jalan Gajah Mada, Cungking, Banyuwangi. Distro miliknya terbilang sukses. Tidak hanya di Banyuwangi, ia telah membuka outlet di 6 kota. Seperti di Makassar, Tangerang, Bintaro, Pasuruan, Bogor dan Jember. Rencananya  akan berdiri di Malang.

 “Untuk TwinHead Store ini kami sengaja membangun produk  fashion dengan brand lokal, berdiri pada 4 juni 2016 di Banyuwangi. Kami mengusung tema casual streetwear,” kata pemuda yang akrab disapa Andre ini kepada Bisnis Banyuwangi,pekan lalu.

Produknya, lanjut Andre, cukup beragam. Kaos, jaket, celana demim, kemeja dan lainnya. Seluruhnya, karya sendiri. Mulai dari desain, produksi hingga konsep-konsep yang akan dibuat.  Bahannya premium. Desainnya  update. Produksinya terbatas, memiliki jaringan komunitas se-Indonesia. “Kalau untuk produk, kami sudah ada sejak tahun 2016, tapi untuk distro sendiri baru berdiri pada tahun 2017. Kami kelola sendiri dibantu oleh tenaga produksi dan marketing berjumlah 15 orang,” kata lajang lulusan Manejemen Pemasaran Untag Banyuwangi ini.

Di Banyuwangi sendiri, kata Andre, prospek pasarnya cukup bagus untuk produk-produk berkualitas. Apalagi, pihaknya  sudah memiliki segmen pasar sendiri, mulai anak muda  usia 14-24 tahun, usia 24-34. Termasuk lokasi yang dibangun, perlu manejemen. Sehingga, target pasarnya mengena.

Terkait dengan menjamurnya dunia bisnis yang sama, Andre sudah punya strategi sendiri dalam membangun jaringan. Seperti kartu anggota yang mendapat diskon saat membeli ulang, promo di medsos. Lalu, artikel atau desain update setiap bulan yang  bisa mencapai 30 desain berbeda. Ukuran t-shirt mengambil standard  luar negeri.  Sehingga, bagi yang suka ukuran besar tidak perlu bingung mencari produk.

Andre menambahkan, menjelang Ramadhan, pihaknya sudah melakukan promo di medsos. Targetnya sudah disiapkan 3000 produk  kaos dan produk lain. Harganya rata-rata dibandrol Rp 130.000 hingga Rp 300.000.  “Kami juga melakukan pemasaran via online, sehingga kami sering kewalahan menerima order. Apalagi menjelang Ramadhan ini, bisa 10 kali lipat dari hari-hari biasa,” uangkap pemilik usaha kuliner ini.

Keistimewaan distro miliknya, kata Andre, memiliki konsep yang jelas. Kualitas kontrolnya bagus. Bahannya katun. Dari usaha ini, pihaknya  menjadi juara I Banyuwangi Industrial Young Entrepreneur (BIYE)   tahun  2016 dan Juara 2 Smartpreneur  tahun 2017. Pihaknya juga menerima produk kolektif untuk  komunitas, lembaga pemerintah maupun swasta.

“Harapannya,  Banyuwangi mempunyai PTN, sehingga anak muda Banyuwangi tidak lagi ke luar, tapi bagaimana menarik anak muda dari luar Banyuwangi ke Banyuwangi,” pungkasnya. (wid)