Desa Kedungasri, Kelola Usaha Melalui Kelompok Religi

12
Usaha penggilingan gabah yang dikelola kelompok pengajian di Desa Kedungasri. (foto/bb/tin)

Tegaldlimo (BisnisBanyuwangi.com) – MEMBANGUN desa, tak selalu fokus ke infrastruktur. Pembangunan ekonomi, melalui pemberdayaan masyarakat, juga tak kalah penting. Seperti dilakukan Pemerintah Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo. Desa di ujung tenggara Banyuwangi ini sukses mengelola usaha berbasis masyarakat. Hebatnya, usaha ini dikelola melalui kelompok religi.

Adalah kelompok Al-Amin, terbentuk karena masalah ekonomi yang dirasakan anggota jamaah yasin. Sebelumnya, kelompok jamaah ini kerap terkendala dana untuk menggelar berbagai kegiatan, akibat keterbatasan modal. Dari situ, para jamaah termotivasi menciptakan sebuah usaha yang dikelola para jemaah yasin.

Ketua Kelompok Jemaah Al-Amin Sunaryo mengetakan kelompoknya berdiri tahun 2016. Didirikan  jamaah yasin Dusun Dambuntung, Desa Kedungasri. Kini beranggotakan 60 orang. Memiliki tiga aset usaha. Yakni, usaha lumbung padi, usaha toko atau minimarket,  dan usaha penyewaan sound system. “Sisa hasil usaha diberikan kepada anggota untuk mensejahterakan anggota,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Kini, total aset dari ketiga usaha tersebut lumayan, mencapai Rp 211 juta. Dimana, sisa hasil usaha kelompok Al-Amin untuk mendanai berbagai kegiatan. Seperti kegiatan tahlil akbar tahunan, pengadaan seragam jemaah, ongkos gali kubur jamaah dan sumbangan untuk jamaah yang sakit. Sehingga,  setiap ada kegiatan tak membebankan anggota jamaah.

Usaha yang dikelola kelompok jemaah ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa setempat. Bahkan, memberikan kebebasan masyarakat produktif untuk membentuk sebuah kelompok usaha. Saat ini, sudah ada beberapa kelompok usaha yang berkembang di naungan BUMDes. Selain tiga usaha yang dikelola kelompok Al-Amin, ada juga kelompok ternak Wonoasri. Yakni, kelompok masyarakat sekitar Taman Nasional Alas Purwo dalam bidang peternakan. Dulu, masyarakat yang suka perambah hutan, kini mengelola usaha peternakan.

Selain itu, Kelompok Ternak Rukun Warga, Karang Taruna Dayang Purwo, Usaha Simpan Pinjam Gema Sejahtera, Kelompok Jimpitan Lestari, Kelompok Sido Rukun, Kelompok Barokah, Kelompok Mina Lestari, Kelompok Hasta, Kelompok Resemi, Kelompok Adem Ayem, Kelompok Lumbung Sido Dadi, Kelompok Jimpitan Dewi Sri, KUB Pemuda Pemdas dan Kelompok Nelayan Sari Laut. (tin)

Karang Taruna Kelola Warung Kopi

URUSAN pemberdayaan masyarakat, Desa Kedungasri, layak dijadikan contoh. Tak hanya kaum dewasa, kalangan muda juga diaktifkan untuk mengelola usaha. Melalui karang taruna, mereka diajak membuka usaha warung kopi. Mereka tergabung dalam Karang Taruna Dayang Purwo. Berawal dari komunitas bola voli di Dusun Dambuntung, karang taruna ini terbentuk.

Karena banyak kegiatan, dan mengeluarkan banyak dana, komunitas pemuda Dambuntung membuat inisiatif membuka usaha warung kopi. Taman baca, sanggar tari dan radio komunitas. Kini aset yang dimiliki mencapai Rp 70 juta. Lumayan besar.

Tiap tahunnya, Karang Taruna Dayang Purwo ini bisa menggelar kegiatan turnamen bola voli antardesa untuk membangun persahabatan pemuda antardesa. Hasil usaha turnamen ini dipergunakan untuk  pembinaan pemuda dan operasional kegiatan pemuda. Selain pemberdayaan masyarakat, usaha kalangan pemuda ini bisa memupuk kerukunan. (tin)