Toko Herbal, Virgin Oil hingga Madu Diminati

10
(foto/bb/tin).

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – DEWASA ini pengobatan ala herbal kian disukai. Selain dianggap lebih aman, juga tanpa efek samping. Meski, banyak anggapan produk herbal itu perlu waktu lama, biaya mahal. Namun, pelaku usaha produk herbal tetap optimis, produk herbal akan tetap diminati. Seiring banyaknya masyarakat beralih ke pengobatan herbal.

Diakui Hamidah, pemilik “Anjani Herbal” di kawasan Petaunan- Jajag, prospek usaha pengobatan herbal ini sangat bagus. Mengingat, saat ini banyak masyarakat sadar bahwa obat yang paling bagus berasal dari alam. “Pengobatan herbal ini sifatnya bukan menyembuhkan, tapi memperbaiki semua sistem organ tubuh. Seperti memperlancar peredaran darah, sebagai anti oksidan, sehingga mengatasi penyakit dari sumbernya,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Berkecimpung dalam pengobatan herbal sudah ditekuni istri Saiful Hadi ini sejak tahun 1998. Berawal dari menjadi reseller produk herbal, kini dirinya bisa membuka usaha toko herbal.

Usaha toko herbal ini terbilang masih baru. Selain menyediakan beraneka jenis produk herbal, dari madu, bawang dayak, sari kulit buah manggis dan sari kulit tebu, juga melayani cek kesehatan.

Hamidah datangkan produk herbal ini dari Surabaya. Khusus madu, didatangkan dari Sarongan, Pesanggaran. Selain mengandalkan promosi mulut ke mulut juga online. Pelanggannya tersebar dari berbagai kawasan.  Selain itu, pihaknya juga memproduksi sendiri produk herbal. Yakni, Virgin Coconut Oil (VCO) atau dikenal sebagai minyak perawan. Kegiatan proses produksi sejak tahun 2005, dengan dibantu 25 tenaga kerja. Proses pembuatan masih manual. Minyak virgin ini hasil penyulingan dari kelapa.

Sekali produksi, Hamidah mengolah 100 butir kelapa. “Sekali proses menghasilkan 10 liter minyak perawan,” ungkapnya. Minyak perawan ini diyakini berkhasiat untuk berbagai penyakit. Seperti darah tinggi, jantung, darah rendah dan obat penyait kulit. Pemasaran mencapai Jember, Bondowoso dan Surabaya. Harga Rp 35.000 per botol isi 20 ml. Menurutnya, minyak perawan ini bisa tahan bertahun-tahun, tergantung pengemasan. “Peminatnya sampai sekarang masih cukup banyak,” ungkapnya. (tin)