Kembangkan Padi, IPB Lirik Banyuwangi

4
Petani sedang panen padi di Desa Dadapan, Kabat. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PERTANIAN di Banyuwangi mendapat perhatian dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Kampus bergengsi ini ingin menjajaki kerjasama pertanian dengan Banyuwangi. Salah satunya, mengembangkan varietas padi.

“Kami ingin menjadikan Banyuwangi sebagai laboratorium pertanian dan ketahanan pangan. Harapannya di Banyuwangi akan muncul inovasi-inovasi di bidang pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan,” kata Rektor IPB, Dr. Arif Satria,  saat mengunjungi Banyuwangi, Sabtu lalu.

Arif mengatakan, IPB memiliki tekad untuk pengembangan smart farming. Karena itu membutuhkan mitra daerah yang memiliki satu visi, seperti Banyuwangi. “Banyuwangi sangat potensial, karena kami nilai visinya sama. Meninggalkan yang konvensional dan beralih ke cara-cara modern,” ujarnya.

Selama ini, kata Arief, IPB telah memberikan banyak inovasi pertanian bagi Indonesia. Bahkan, setiap tahun dari total 100 inovasi yang mendapat penghargaan dari pemerintah Indonesia, 40 persen berasal dari IPB.

“Kami jajaki terlebih dahulu apa yang dibutuhkan dan apa yang bisa dikembangkan di Banyuwangi. Saat ini pendekatan pertanian, perikanan, dan pendidikan tidak seperti dulu lagi, sudah mengalami banyak revolusi yang sangat cepat,” jelasnya.

Arif mengakui telah banyak mendengar kemajuan Banyuwangi, termasuk bidang pertanian. Seperti pengembangan varietas beras organik, berbagai jenis durian, bawang putih, dan varietas pertanian lainnya. Hal ini, kata dia, akan menjadi kerja sama yang saling menguntungkan. “ Kami juga ingin mengembangkan inovasi pertanian yang telah kami kembangkan di Banyuwangi, misalnya seperti varietas padi IPB 3S, dan lainnya,” jelasnya lagi.

Varietas yang dikembangkan ini memiliki produktivitas tinggi. Satu hektar lahan yang biasanya menghasilkan 7 – 8 ton, dengan varietas IPB3S bisa menghasilkan 11 ton padi.

Selain itu kerja sama juga bisa dilakukan dalam bentuk akademis. IPB saat ini telah membuka kampus di Sukabumi, hal serupa juga bisa dilakukan di Banyuwangi.

“Kami tidak menutup kemungkinan itu. Bisa juga mengembangkan sekolah vokasi di Banyuwangi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Misalnya program studi durian, buah naga, dan lainnya, yang bisa meningkatkan produksi pertanian daerah,” tambahnya. (udi)