Turis ke Bali Barat Pilih Mendarat di Blimbingsari

5
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. (foto/bb/dok)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – MENJADI tetangga Bali, Banyuwangi memiliki kesempatan emas mengembangkan pariwisata. Apalagi, dengan bertambahnya penerbangan dari Banyuwangi ke Jakarta.

Karena itu, Banyuwangi  berupaya memperkuat paket wisata dengan kawasan Bali Barat. Salah satu strateginya, mengoptimalkan Bandara Banyuwangi yang mulai menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang akan menuju  Bali Barat.

”Kedekatan dengan Bali adalah manfaat yang harus dioptimalkan. Keliru kalau Banyuwangi mau jalan sendiri tanpa memadukannya dengan paket wisata Bali,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat bertemu dengan pengusaha resor nasional, Joshua Makes, Jumat pekan lalu.

Dijelaskan, untuk menuju Bali Barat, para wisatawan mendarat di Banyuwangi.  Lalu, menempuh perjalanan 30 menit menuju Pelabuhan Ketapang, kemudian menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Menjadi pintu masuk ke Bali Barat, lanjut Anas, Banyuwangi bisa menarik wisatawan sebelum menuju Bali. ”Maka pilihannya adalah kolaborasi. Wisatawan mendarat di Banyuwangi, lalu bisa dua atau tiga hari dulu di sini, lalu ke Bali Barat. Jadi ada perputaran uang, Banyuwangi bukan sekadar tempat lewat,” jelasnya.

Joshua Makes mengakui, dalam setahun terakhir ini, para konsumennya memilih Bandara Banyuwangi sebagai alternatif menuju ke resor di kawasan Pulau Menjangan.

”Karena dari Banyuwangi jaraknya lebih dekat dibanding dari bandara di Denpasar. Menyeberang dengan kapal cepat cuma 30 menit, total perjalanannya hanya satu jam dari pusat kota Banyuwangi. Kalau dari Denpasar menuju resor kami bisa empat jam,” katanya.

Dia mencatat, sekitar 60 persen wisatawan yang menuju resor di Bali Barat miliknya memilih lewat Banyuwangi.

“Kami senang adanya Bandara Banyuwangi membuat akses ke Bali Barat lebih mudah. Tapi tidak sekadar itu, kami berkomitmen membangun kolaborasi yang juga menguntungkan bagi masyarakat Banyuwangi, seperti memadukan paket wisata. Betul kata Bupati Anas, bahwa harus kolaborasi antara Banyuwangi dan Bali Barat,” ujarnya.

Pihaknya mengaku terkesan dengan perkembangan Banyuwangi. Sebelumnya, dia sempat mampir ke Mal Pelayanan Publik yang mengintegrasikan 160 layanan dalam satu atap.

Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi terus meningkat tiap tahunnya. Pada 2017 jumlahnya mencapai 188.949 orang, atau melonjak 67 persen dibandingkan 2016 sebanyak 113.153 penumpang. Dalam periode Januari-Maret 2018, jumlah penumpang melonjak 143 persen dibanding periode Januari-Maret 2017. (udi)