Melejit ke Peringkat Empat

Djajat Sudrajat. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PRESTASI kinerja Pemkab Banyuwangi bertambah. Kini,  berhasil meraih posisi empat daru hampir 400 kabupaten/kota di Indonesia dalam penilaian Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) terhadap laporan penyelenggaraan pemerintah daerah. Penilaian itu melibatkan 20 instansi, dari berbagai kementerian, BPKP, hingga lembaga independen, dengan 700 indikator. Keberhasilan ini menjadi kado terindah warga Bumi Blambangan.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Djajat Sudrajat menjelaskan, tahun ini Banyuwangi meraih peringkat keempat, naik dari tahun sebelumnya di peringkat enam.

“Alhamdulillah, setiap tahun peringkat kinerja terus meningkat. Dari 2010 di posisi 156, meningkat ke posisi 20 pada 2015, lalu 2016 di posisi 16, 2017 di posisi ke-6, hingga sekarang di rangking 4,” ujarnya pekan lalu.

Keberhasilan ini, lanjutnya, menunjukkan kinerja pemerintah daerah yang terus meningkat. Menurutnya, program yang sudah disusun tidak  sekadar proyek, namun berdasarkan ukuran kinerja.

Ditambahkan, penilaian yang dilakukan meliputi urusan wajib pemerintahan daerah hingga skala prioritas pembangunan. “Dari situ, tim penilai akan melihat apakah kemudian pembangunan yang dilakukan bisa mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan per kapita atau tidak,” jelasnya. Setelah dicek, dampak program pembangunan terhadap perekonomian warga Banyuwangi cukup positif. Kemiskinan berhasil diturunkan ke level 8,6 persen, padahal sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita warga juga melonjak menjadi Rp 41,46 juta per orang per tahun dibanding awalnya Rp 20,8 juta.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri yang melibatkan berbagai kementerian lain, BPKP, hingga lembaga independen ini adalah salah satu instrumen untuk memfokuskan program pembangunan daerah. “Dalam setiap kesempatan, Presiden Jokowi dan Mendagri selalu berpesan untuk fokus ke kinerja. Bukan hanya rutinitas pembangunan, tapi harus fokus ke kinerja, ke dampak pembangunan,” ujarnya. (udi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here