Rakernas I Perwira, Pasar Terbuka, UMKM Nasional Lebih Bagus dari Tiongkok

6
Jajaran DPD Perwira Jatim usai Rakernas I di Bali, pekan lalu. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PRODUK Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Nasional tak perlu diragukan untuk menembus pasar ekspor. Bahkan, kualitas produk UMKM Indonesia jauh lebih bagus dari Tiongkok. Karena  itu, pasar UMKM cukup terbuka lebar, baik di tingkat domestik maupun mancanegara. Peluang itu yang mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-I Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) di Kuta, Bali, 16-17 April 2018.

Rakernas kali ini diikuti 461 delegasi dari seluruh Indonesia. Mulai Aceh hingga Papua. DPC Perwira Banyuwangi bersama Bisnis Banyuwangi, ikut hadir. Yang menarik, UMKM menjadi perhatian serius. Sebab, sektor ini mampu membangun sendi ekonomi dari bawah, khususnya bagi kaum ibu. “ Kami ingin, dengan Perwira, kaum ibu bisa mandiri ekonomi tanpa menghilangkan kodratnya sebagai perempuan,” kata Ketua DPP Perwira Elsa Syarif.

Pengacara papan atas asal Ibu Kota ini mengatakan Perwira sangat mendukung beragam kreativitas untuk pemberdayaan ekonomi. Sebab, dengan kemandirian ekonomi, kaum wanita bisa ikut menopang keluarga. Dengan Perwira, kata dia, jaringan pasar juga terbuka luas. Baik antardaerah, maupun market luar negeri.

Menurut Elsa, kualitas produk UMKM dalam negeri jauh lebih baik dari Tiongkok. Mulai fashion, handycraft, kuliner hingga spa. Bahkan, produk tas dan sepatu UMKM, kata dia, bisa bersaing dengan pasar Eropa. Baru-baru ini, lanjutnya, pameran di Tokyo, produk UMK Nasional bisa menarik perhatian pasar. “ Ini yang kita garap. Kami akan kerjasama dengan Italia untuk mendampingi pembuatan produk handycraft,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya meminta kaum ibu bisa terus berkarya, membuka jaringan pasar antar anggota Perwira yang tersebar di seluruh Indonesia. Elsa juga memuji kontingen Perwira Jatim, khususnya Banyuwangi yang kompak. Bahkan, memberikan bingkisan produk ke seluruh DPD Perwira se-Indonesia. Tak kalah memukau, saat parade busana daerah, Perwira Banyuwangi mewakili Jatim, menghadirkan tarian Gandrung. Cukup memukau para kontingen dari daerah lain.

Selain silaturahmi, Rakernas menjadi ajang terbukanya pasar. Sehingga, setiap UMKM tahu produk apa yang dibutuhkan pasar. Termasuk, peluangnya. Jaringan juga makin terbuka.

Senada dengan hasil Rakernas, Ketua DPD Perwira Jatim, Farida Ariani mengatakan pihaknya memiliki delapan bidang yang siap mendampingi UMKM. Mulai diklat, tim kreatif, pemberdayaan hingga advokasi. “Tentunya, bidang-bidang ini akan fokus menggarap UMKM, khususnya ekspansi ke luar negeri,” kata pengusaha olahan cokelat ini kepada Bisnis Banyuwangi.

Saat ini, kata dia, total anggota Perwira Jatim mencapai 600 orang. Tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jatim. Di daerah Tapalkuda, kata dia, Banyuwangi cukup potensial pengembangan UMKM. Sebab, pariwisata di Banyuwangi sedang bergeliat. Sedangkan di kawasan pantura, Gresik dan Lamongan yang potensial. “ Produk UMKM Jatim itu unik. Jadi, peluang silang pasar cukup bagus,” jelas pengusaha asal Surabaya ini.

Karena itu, pasca-Rakernas, pihaknya akan mengumpulkan seluruh DPC untuk membahas strategi silang pasar. Baik, domestik maupun manca-negara. Pihaknya juga menggarap program pariwisata di Jatim. Selama ini, lanjutnya, produk fashion, mamin dan handycraft cukup potensial. Dia mencontohkan produk cokelat buatannya yang bisa tembus Malaysia dan Saudi Arabia.

Pihaknya juga mengajak kaum perempuan bisa bergabung dengan Perwira. Sebab, banyak keuntungan dan manfaat. “Kita memiliki jaringan pasar yang jelas. Kami akan dorong setiap DPC menggelar pelatihan. Tujuannya, mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” jelasnya. Silang pasar, imbuhnya, sangat dibutuhkan di kalangan jajaran Perwira. Sehingga, setiap personel Perwira menjadi marketing, baik produk sendiri, maupun sesama anggota organisasi.

Peluang Banyuwangi  Makin Terbuka

Rakernas ke-I menjadi amunisi baru bagi jajaran DPC Perwira Banyuwangi. Apalagi, persoalan pendanaan bisa diatasi dengan jaringan Pewira di pusat. “ Kemarin, hadir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) di bawah Kementerian Koperasi. Ada dana Rp 1,3 triliun yang bisa dikucurkan ke kabupaten untuk pengembangan UMKM. Peluang ini bisa kita tangkap,” kata Ketua DPC Perwira Banyuwangi, Siti Istiqomah.

Wanita yang akrab dipanggil Isti ini menambahkan dana bergulir dari LPDB ini bunganya sangat ringan. Hanya, 5 persen per tahun. Sehingga, sangat tepat jika dikucurkan bagi kalangan UMKM. Pasca-Rakernas, pihaknya mengajak UMKM yang tergabung dalam Perwira makin bergandengan tangan. Khususnya, menggarap silang pasar antar-daerah. Apalagi, produk Banyuwangi cukup mendapatkan apresiasi dari daerah lain. “Kami sempat bagikan bingkisan produk. Sambutannya luar biasa,tentunnya menjadi peluang,” kata pengusaha properti ini.

Terkait silang pasar, kata Isti, pihaknya akan mengajak pengurus DPD Jatim menggarapnya serius. Kuncinya, kata dia, saling bergandengan. Produk UMKM Banyuwangi, lanjut dia, cukup potensial masuk ke jaringan Perwira se-Indonesia. “ Tentunya, ini dibutuhkan kebersamaan. Yang jelas, dari jajaran pusat hingga daerah, Perwira siap memberikan pendampingan hingga membuka pasar bagi kalangan UMKM,” pungkasnya. (udi)