Air Asia Jajaki Rute Baru di Banyuwangi

24
Bandara Banyuwangi. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PENERBANGAN ke Banyuwangi dipastikan makin ramai. Terbaru, maskapai AirAsia mulai menjajaki pengembangan bisnis ke Kabupaten Banyuwangi. Bisa dipastikan, akan segera terbuka rute baru dari Banyuwangi. Termasuk, potensi penerbangan ke luar negeri. Kepastian penerbangan baru dari Banyuwangi ini seiring kehadiran para petinggi maskapai asal Malaysia tersebut ke Banyuwangi, Kamis lalu.

“Saya kaget melihat Banyuwangi. Sangat potensial. Ada 77 atraksi pariwisata sepanjang tahun, juga destinasi wisata menarik. Saya mengapresiasi semua pihak yang membuat daerah ini berkembang. Kami menjajaki membuka bisnis di Banyuwangi,” kata Executive Chairman AirAsia Berhad, Datuk Kamarudin Meranun.

Salah satu pria terkaya di Malaysia ini menambahkan kedatangannya ke Banyuwangi menindaklanjuti pembicaraan dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. “ Saya ke sini setelah bertemu dengan Pak Luhut untuk mengembangkan daerah pariwisata baru selain Bali dan Jakarta. Lawatan ini untuk melakukan kajian tentang Banyuwangi dan bandaranya,” kata Datuk Kamarudin.

Pihaknya membuka kemungkinan untuk menggarap rute ke Banyuwangi. Dia memastikan akan mengirim tim lanjutan untuk membahas rencana pengembangan Bandara Banyuwangi. Jika infrastrukturnya sudah siap menjadi bandara intetnasional, pihaknya  siap buka penerbangan Kuala Lumpur-Banyuwangi. “ Kita mau menarik pelancong dari Australia dan China, karena Kuala Lumpur itu hub terbesar AirAsia,” terangnya.

Sementara GM Angkasa Pura II Banyuwangi, Anton Martalius, mengatakan progres  bandara di Banyuwangi terbilang pesat. Pada 2017, jumlah penumpang mencapai 188.949 orang, atau melonjak 67 persen dibandingkan 2016 sebanyak 113.153 penumpang. Dalam periode Januari-Maret 2018, jumlah penumpang melonjak 143 persen dibanding periode Januari-Maret 2017. “Untuk aircraft movement terjadi peningkatan 103 persen,” kata Anton.

Ditambahkan, infrastruktur Bandara Banyuwangi juga terus dikembangkan. Apalagi, Banyuwangi bakal menjadi bandara penyangga pertemuan IMF-World Bank di Bali, Oktober mendatang. Landasan pacu dalam proses diperpanjang menjadi 2.600 meter, ketebalan PCN 56. Sedangkan apron menjadi 18.000 meter persegi. “Pesawat AirAsia yang menggunakan Airbus A-320 sudah bisa mendarat di sini. Intinya, kita siap,” pungkas Anton. (udi)