Unik, Bed Cover Berbahan Potongan Kain

44
Beragam aksesoris rumah tangga berbahan potongan kain. (foto/bb/wid)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – AKSESORIS rumah tangga berbahan kain, itu sudah biasa. Namun, jika terbuat dari potongan kain, tampilannya akan lebih unik.  Belakangan, teknik memanfaatkan potongan kain ini mulai diminati. Dikenal dengan istilah patchwork atau kerajinan yang menggabungkan potongan kain dengan motif dan warna berbeda menjadi bentuk baru. Biasanya, potongan-potongan kain yang digunakan berbentuk geometris. Dari kerajinan ini, bisa dibuat beragam interior rumah tangga. Mulai sarung bantal, sofa, selimut, bed cover hingga tas unik.

Membuat patchwork sejatinya tidak terlalu sulit. Namun, harus memiliki rasa seni. Sehingga, menghasilkan perpaduan yang harmonis.  Dengan begitu, ‘tabrakan’ antara berbagai motif dan warna yang berbeda justru akan terlihat menarik.

Kerajinan ini ditekuni Rodya Yuliani, pemilik rumah usaha “Q-La Patchwork- Quilting Crafts” di Perum Bunga Residence, Kebalenan, Banyuwangi. Selain menekuni kerajinan modern tersebut, pihaknya membuka kursus quilt untuk publik. Kursus ini dibuka  untuk mengembangkan minat masyarakat dalam bidang quiltin, serta meningkatnya minat orang-orang terhadap kerajinan  dari Amerika tersebut.

“Saat ini saya memang membuka kelas belajar untuk membuat patchwork –quilting untuk masyarakat di Banyuwangi. Karena, sejak saya di Jakarta sudah banyak yang suka dengan metode ini. Apalagi harganya juga lumayan lebih besar jika kita bisa membuat lebih kreatif,” katanya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Perempuan yang akrab disapa Ani ini menambahkan, karya quilt merupakan bentukan baru dari seni quilt tradisional. Perbedaan quilt modern dengan cara lainnya, kata dia, terlihat dari teknik pengerjaan, alat bantu, dan sepsifikasi kain. Selain itu, perbedaan juga terlihat jelas dari penggunaan warna dan motif yang tegas, kesederhanaan, penempatan potongan kain yang tak lazim, penerapan area kosong yang luas, hingga pola jahit tindas yang tak teratur.

Saat ini, kata Ani,  seni patchwork quilt banyak dipakai dalam pembuatan bed cover, selimut, keset di bawah tempat tidur, karpet, taplak meja, sarung bantal, tas, dan lainnya. Namun, dahulu quilt digunakan sebagai baju pelengkap untuk berperang. Karena itu, quilt dibuat dari tumpukan kain atau kulit binatang yang tebal agar mampu melindungi pemakainya dari tusukan pedang

Membuat quilt membutuhkan ketelatenan. Bahan yang dibutuhkan adalah dua lembar kain katun dan selembar dakron yang berfungsi sebagai pelapis. Lembar kain katun pertama disebut top yang biasanya memiliki motif bunga, binatang, atau abstrak. Kain top bisa juga dibuat dari patchwork. Setelah dilapisi dakron dan ditutup dengan kain alas, ketiga lapisan tersebut disatukan dengan cara dijahit.

Umumnya jahitan pada quilt dikerjakan dengan tangan, tetapi ada juga yang dilakukan menggunakan mesin. Ciri khas quilt adalah jahitan dilakukan mengikuti lekuk-lekuk gambar. Meskipun membutuhkan waktu lebih lama, menjahit dengan tangan akan memberikan hasil lebih baik. Sebab, tidak menyebabkan kain berkerut dan kaku. “Bagi yang minat bisa menghubungi saya, nanti akan kami bantu bagaimana membuat dasar-dasar patchwork quilt hingga bisa. Baik perorangan maupun kelompok.”pungkasnya. (wid)