“Cookies” Jari Manis, Laris Lewat “Online”

7
Habsiyah menunjukkan cookies buatannya. (foto/bb/BS)

Surabaya (BisnisBanyuwangi.com) – BISNIS kue kering selalu menarik. Apalagi, menjelang Lebaran. Permintaan mulai bergeliat. Ditambah lagi, mudahnya pemasaran lewat online. Namun, produsen harus tetap kreatif. Khususnya, membuat tampilan produk yang cantik, dikemas menarik. Seperti, dilakoni Habsiyah, pengusaha kue kering asal Surabaya. Wanita ini mengaku jelang Ramadhan, permintaan kue kering mulai bergelait. “Saya sudah ada pesanan hingga 20 kilogram per hari,” ujarnya kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu. Kue kering buatannya beragam. Mulai nastar hingga kastangel. Namun, terbaru, dia mempopulerkan cookies jari manis. Bahannya,

tepung, gula, dan keju. Ini inovasi terbaru kreasinya. Cookies jari manis dibandrol Rp 160.000 per kilogram. Dipasarkan secara online di jejaring sosial  “Awalnya cookies jari manis namanya kuku macan, tapi karena kuku macan identik dengan nama kerupuk, maka namanya berubah jadi jari manis” kata Habsiyah.

Sebelum memproduksi kue kering, alumni Psikologi Universitas Airlangga ini membuka usaha camilan. Seperti, kebab, lumpia, risoles, dan sosis. Dan, aneka kue basah. Dukungan keluarga, menguatkannya terus berkreasi. Alhasil, dia mampu membuat kue kering.

Untuk menambah pengetahuan,  serta memperluas jaringan dan  pemasaran, tahun 2017 perempuan manis ini bergabung di Pahlawan Ekonomi (PE). Disana, dia bertemu banyak teman. Dia pun banyak tawaran pameran, di sejumlah mall di Surabaya. “Saya ingin mempunyai rumah yang tidak hanya bisa digunakan untuk tempat tinggal, tetapi juga untuk produksi,” ujar Habsiyah. (nanang sutrisno/BS)