Sambal Kemasan, Ramaikan Pasar Surabaya

15
Sambal kemasan yang laris di Surabaya. (foto/bb/BS)

Jember (BisnisBanyuwangi.com) – TERKESAN sederhana, remeh, kuliner sambal ternyata menjadi menu favorit. Bahkan, sambal kemasan banyak disukai di Surabaya. Usaha kuliner inipun cukup menjanjikan. Seperti diakui Ervin Rosaria, pemilik sambal “Mbok D’Wor”. Kerasnya hidup, membuat wanita asal Jember ini kreatif. Sambal buatannya laris manis di Kota Pahlawan.

Sebelum membuat sambal kemasan, wanita yang akrab dipanggil Vivian Aurelia ini banyak berpindah pekerjaan. Mulai marketing kecantikan hingga makanan ringan. Akhirnya, keberuntungan menghampiri. Ketika acara di kantornya, dia menyajikan menu sambal. Tak disangka, banyak yang suka. Akhirnya,  mulai tahun 2017, wanita berhijab ini mulai

memproduksi massal sambal. Variannya beragam. Mulai sambal bawang, sambal ijo, sambal klotok, ayam, abon, teri dan sambal bajak. Seluruhnya, tanpa penyedap. Harganya dibandrol Rp 20.000 hingga Rp 23.000 per botol. “Saya pasarkan via online dan media sosial. Ternyata laris,” ujarnya kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Dari usaha ini, dia mampu mendapatkan omzet Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan. Omzet yang lumayan. Apalagi, bisa dikerjakan sambil bekerja. Selain online, Ervin memasarkan produk sambalnya lewat reseller. Kini, dia kerap mengikuti pameran. Saking larisnya, sekali pameran, dia mampu menghabiskan 10 kilogram sambal. Seluruh sambal buatannya dibuat manual. Sehingga, rasanya tak mengecewakan. Kini, dia makin bersemangat menggeluti usaha kuliner ini. Apalagi, hasilnya lumayan. (nanang sutrisno/BS)