Jelang Puasa, Jasa Gorden Mulai Diburu

7
Jasa jahit gorden mulai diburu. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – LEBARAN masih lama. Namun, sejumlah sektor jasa mulai kebanjiran pesanan. Salah satunya, jasa jahit gorden. Pesanan mulai bergeliat. Hal ini diakui Istianti, penjahit gorden di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Usaha ini sudah ditekuni sejak 4 tahun silam.

Keterampilan menjahit gorden diperoleh dari sang ibu. Usaha ini ditekuni dirumahnya. Bermodal dua mesin obras dan jahit,  Desi, sapaan akrabnya, melayani beragam pesanan gorden. Bahan yang ditawarkan juga beragam kain. “ Selain melayani toko, kami juga melayani gorden rumahan,” kata Desi kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Harga gorden ditawarkan bervariasi. Mulai Rp 250.000 hingga Rp 600.000, tergantung jenis kain dan model. Gorden jenis smokring saat ini yang sedang tren. Tak perlu kawat. “Kalau motif bunga dan minimalis yang paling laris,” ujar Desi. Selain gorden, pihaknya juga melayani pembuatan aksesoris gorden.  Seperti bunga untuk tali gorden berbentuk kupu-kupu. Pihaknya membutuhkan waktu 1-2 minggu untuk menyelesaikan pesanan gorden, tergantung tingkat kerumitan.

Desi mengaku, setiap hari pesanan selalu mengalir. Khususnya, dari toko-toko gorden. “ Menjelang puasa akan tambah ramai,” jelasnya. Untuk memikat pelanggan, pihaknya memakai buku katalog. Sehingga, konsumen tinggal memilih model dan jenis yang disukai. Sehari, pihaknya mampu menyelesaikan 2-3 lembar gorden. Dari usaha ini, pihaknya bisa meraup omzet Rp 3 juta per bulan. Karena, saat ini terkendala modal, Desi tidak bisa menyediakan kain sendiri. “ Modal harus besar. Jadi, kita kerjasama dengan toko kain,” ujarnya. Dia berharap, kelak bisa memiliki toko gorden sendiri. (ida)