Desa Kaliploso, Gelar Festival Peyek Ombo

Festival Peyek Ombo di Desa Kaliploso. (foto/bb/tin)

Cluring (BisnisBanyuwangi.com) – Beragam upaya digenjot Pemerintah Desa (Pemdes)  Kaliploso untuk menggali potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat. Yakni, menggelar Festival Peyek Ombo, 9 April 2018. Kegiatan kali pertama ini mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai pihak. Khususnya, ibu-ibu PKK Kaliploso dan Kecamatan Cluring. Kegiatan ini merupakan rangkain dari Festival Kaliploso Rijig, 18 April 2018

Festival Peyek Ombo diikuti 23 peserta dari lingkungan RT se-Desa Kaliploso. Kegiatan kali pertama ini dikemas unik. Para peserta dari kaum ibu rumah tangga ditantang membuat rempeyek berukuran ombo atau jumbo.

Selain ukurannya yang tidak biasa, rasa dan kemasan menjadi kriteria penilain juri. Turut hadir dalam acara tersebut, anggota Komisi II DPRD Banyuwangi dari Fraksi PKB, Mariyatul Kiptiyah, yang juga sebagai juri. Hadir juga, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Zen Kostolani dan Camat Cluring, Yoppy Bayu Irawan.

Selain rempeyek, para peserta ditantang membuat kreasi olahan pertanian. Seperti jeruk dan buah naga yang menjadi komoditas unggulan warga Desa Kaliploso. Berbagai kreativitas makanan berbahan dasar jeruk dan buah naga disajikan. Mulai dari dodol, bolu, puding, jenang, kue tart sampai aneka kue kering.

Hemilia salah satu peserta mewakili warga RT 02 RW 5 mengaku proses membuat peyek ombo ini cukup rumit. “Hampir semalaman tak bisa tidur memikirkan cara tepat membuat peyek ombo,” kisahnya. Dalam acara tersebut  Hemilia bersama tim menyajikan peyek ombo ekstra pedas dan bolu jeruk.

Kepala Desa Kaliploso Rudi Hartono mengatakan Festival Peyek Ombo ini bertujuan menggali potensi masyarakat  di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut Hartono, hampir semua warga bisa membuat rempeyek. Agar beda dari umumnya, warga ditantang membuat rempeyek berukuran jumbo atau ombo. “Kini, waktunya Kaliploso punya identitas. Salah satunya dari rempeyek ombo ini,” tandasnya.

Dia berharap ke depan aneka produk inovasi ini bisa memberi nilai tambah kepada warganya. Pihaknya berupaya memaksimalkan kerja BUMDes untuk membantu UMKM. Serta memberikan fasilitas dalam bentuk peningkatan skill. Seperti, packaging dan pengelolaan manajemen.

Dalam kesempatan tersebut, Mariyatul Kiptiyah datang bukan sekadar icip-icip. Anggota Komisi II DPRD ini,turut memberi dukungan kepada para peserta. Salah satunya, membantu pemasaran produk olahan para peserta. Ke depan menghelat pelatihan kue. Menurutnya untuk membangun desa harus dimulai dari diri sendiri. Salah satunya melalui produk inovasi.

Menurutnya, kaum perempuan adalah sosok luar biasa yang menjadi penopang ekonomi keluarga. “Saya berharap, setelah ini ada tindak lanjut, dari niat mencoba untuk menjual,” ungkapnya. Untuk mendukung kemajuan Desa Kaliploso, pihaknya akan menggelar program pelatihan terhadap mantan TKI di desa ini.

Camat Cluring Yoppi Bayu Irawan yang juga membuka secara langsung festival ini mengatakan Desa Kaliploso memiliki potensi lokal luar biasa. Menurutnya potensi warga ini bisa menjadi nilai lebih. “Produk peyek ombo ini  bisa menjadi daya tarik. Sebagaimana diharapkan Pemkab Banyuwangi,” ungkapnya. Pihaknya berharap adanya olahan jeruk dan buah naga ini bisa meningkatkan nilai jual buah naga dan jeruk. “Semoga ke depan makin banyak muncul olahan berbahan dasar potensi lokal. Kreativitas warga muaranya kembali ke warga,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yoppi tak lupa memberi ucapan selamat kepada Kades Kaliploso yang sudah memberikan motivasi dan inovasi kepada warganya. Sementara itu, Zen Kostolani berharap kegiatan festival ini bukan sekadar seremonial. Namun, bisa mendongkrak ekonomi warga. Sebab, pasar produk olahan ini terbuka lebar. “Kekompakan dan kerjasama sangat penting,” pungkasnya. (tin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here