Dongkrak Kerajinan Lokal Lewat “Art Week”

3
Pameran kerajinan UMKM dalam “Banyuwangi Art Week 2018”. (foto/bb/ist)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – KERAJINAN lokal dari UMKM Banyuwangi cukup potensial. Mewadahi mereka, Pemkab menggelar “Banyuwangi Art Week (BAW)”. Beragam kerajinan dipamerkan, bisa bertemu langsung pembeli. Total sebanyak 40 gerai dibuka. Beragam produk seni dan kerajinan ditawarkan. Mulai lukisan, kaligrafi,  batik, handycraft, souvenir, furniture hingga produk anyaman bambu. Juga olahan pangan, seperti kue bolu, stik ikan, dodol dari buah-buahan, keripik  dan kopi. Termasuk produk seni, salah satunya lukisan.

Bupati Anas menyebut, BAW ini sebagai wujud konsistensi pemda untuk mewadahi kreativitas anak muda di Banyuwangi. “Kreativitas anak muda harus terus didukung, salah satunya lewat festival ini. Kami beri ruang dan etalase khusus untuk memajang karya-karya mereka,” ujar Anas.

Anas menambahkan, ajang ini juga sebagai upaya untuk mengenalkan beragam produk kerajinan khas Banyuwangi dari para pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM).

“Kita gelar even ini untuk promosi, mengangkat dan mengenalkan produk-produk UMKM lokal ke khalayak luas. Harapan kami, pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan para konsumen untuk langsung bisa bertransaksi,” jelasnya.

Even yang telah rutin digelar sejak tahun 2013 ini dilengkapi panggung apresiasi seni dan budaya. Saat ini, UMKM termasuk penopang  dan penggerak ekonomi Banyuwangi. Tahun 2015, jumlah sektor UMKM di Banyuwangi mencapai sekitar 296.000 unit. Mampu menyerap tenaga kerja 501.379 orang. Jumlah itu meningkat jika dibanding tahun sebelumnya yang hanya 131.000  UMKM. (udi)