Kerajinan Barong, Digandrungi Anak-anak

17
Aneka kerajinan barong yang digandrungi anak-anak. (foto/bb/wid)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – BANYAKNYA even seni di Banyuwangi, ikut mendongkrak pengrajin barong. Apalagi, tak hanya kaum dewasa, kerajinan barong banyak digandrungi anak-anak. Hasil kreasi seni ini pun laris manis. Tak hanya barong, perangkat kesenian barong juga laris. Mulai pitik-pitikan dan kucing-kucingan. Termasuk, peralatan musik. Mmulai dari kendang, saron dan angklung.

“Beragam peralatan seni ini justru banyak digandrungi anak-anak,” kata Linda, penjaga toko seni “Singo Barong” di Jalan Basuki Rachmat, Banyuwangi kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Menurut Linda, pihaknya tidak hanya murni berbisnis. Namun, ikut serta melestarikan kesenian daerah. Bahkan, menyasar anak-anak.  “Meski barong yang besar itu, ada juga anak-anak SD yang dibelikan sama orang tuanya. Ada juga yang pesan agar dibuatkan sesuai ukuran anak-anak,” jelasnya.

Kerajinan seni di tokonya, lanjut Linda, merupakan karya dari Suripto, ayahnya sendiri. Dulu, kata dia, belum ada outlet, pihaknya hanya menerima pesanan. Soal harga, kerajinan seni tersebut cukup mahal. Namun sangat sesuai dengan tingkat kesulitan pembuatan dan nilai seninya. Barong Prejeng untuk usia dewasa dihargai Rp 800.000, Barong Rogo mencapai Rp 1 juta. Ukuran, dua kerajinan seni tersebut terlihat paling besar diantara yang lain.

Selain itu, harga kerajinan seni kucing-kucingan untuk usia dewasa senilai Rp 250.000 sampai Rp 200.000. Sedangkan pitik-pitikan mencapai Rp 650.000. Kayu menjadi bahan utama kerajinan seni ini.

Desain kerajinan seni untuk anak-anak, harganya relatif terjangkau. Replika pelaku seni yang sedang memainkan barong dijual dengan harga Rp 250.000. Topeng carong caplok terbuat dari gabus dihargai Rp 17.000

Linda menjelaskan, tokonya memang menjual kerajinan seni untuk pertunjukan dan permainan anak-anak.  Bahkan, ada alat musik saron, gendang, angklung untuk mainan dan sungguhan (untuk orang dewasa). Pengunjung juga bisa memesan sesuai ukuran yang diinginkan. Pihaknya  juga menjual omprok Gandrung dan udeng khas Using. “Kalau omzet, sekarang sudah mulai tinggi minat masyarakat. Apalagi sejak booming kegiatan kebudayaan di Banyuwangi. Jadi, omzetnya kisaran Rp 3 juta hingga Rp 5 juta sebulan,” pungkasnya (wid)