Desa Jajag, Manfaatkan Saluran Air untuk Kolam Ikan

30
Warga ikut menjaga kolam ikan sembari melepas penat. (foto/bb/tin)

Gambiran (BisnisBanyuwangi.com) – MENGAJAK warga untuk sadar lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan hal sederhana, namun manfaatnya terasa bagi masyarakat setempat. Seperti yang dilakukan warga Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Mereka memanfaatkan saluran air untuk kolam ikan. Selain sejuk dan indah, hasilnya lumayan. Kolam air tawar ini juga bisa dijadikan wisata edukasi bagi anak-anak.

Kawasan Dusun Krajan merupakan areal padat penduduk. Berada di area pasar Jajag, kawasan ini banyak terdapat tempat kos. Sebelumnya, warga setempat kurang peduli terhadap lingkungan. Bahkan, nekad membuang sampah ke sungai. Kondisi saluran air di lingkungan setempat pun kotor, penuh sampah. Sehingga, terlihat kumuh.

Lantas, muncul niatan tokoh setempat, Mulyadi mengajak warga membersihkan saluran air dari sampah, termasuk mengangkat lumpur. “Setelah sungai bersih, muncul ide kami menabur ikan di saluran air ini,” kisah Ketua Kelompok “Banyu Bening” di Dusun Krajan kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Pada awalnya, kata Mulyadi, warga secara swadaya membeli benih ikan. Warga pun bergotong royong membersihkan lingkungan setempat.  Kini, warga setempat merasakan manfaat adanya sungai bersih ini. Mereka bisa memanfaatkan saluran air untuk tanam ikan.

Kawasan Dusun Krajan RT 04- RT 06 ini kini disulap menjadi kawasan Banyu Bening I. Sementara di beberapa RT lainnya disulap menjadi kawasan Banyu Bening II dan Banyu Bening III.

Kondisi saluran air di kawasan Banyu Bening ini sangat bersih, banyak ikan. Seperti nila, tombro dan mujair. Kini, kawasan ini yang semula sepi makin ramai, termasuk malam hari. Warga secara bergantian berjaga keamanan.

Adanya banyu bening ini, warga mengaku senang. Kehadiran ikan-ikan ini turut menjadi pengobat stres.  Kini, tak hanya warga desa setempat tertarik nongkrong di kawasan ini. Banyak warga luar desa tertarik datang ke lokasi untuk berwisata. “Kadang, banyak siswa sekolah diajak ke sini untuk melihat berbagai jenis ikan,” ucap Mulyadi.

Selain sebagai sarana edukasi, Mulyadi berharap ke depan kawasan ini bisa menjadi kawasan wisata. Keberadaan kawasan banyu bening mendapat dukungan penuh dari Kades Jajag Suparno .S.H., Menurutnya tahun 2018 pihak Pemerintahan Desa Jajag aktif mewujudkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Salah satunya budidaya air tawar.

Selain membuat embung air di kantor desa, pihak desa mendukung  adanya kawasan banyu bening di beberapa titik. Yakni, Banyu bening I,Banyu bening II dan Banyu Bening III di Dusun Krajan dan kawasan Sumbermulyo di Dusun Bulusari. “Cara ini untuk mengubah perilaku warga setempat agar tak lagi membuang sampah ke sungai dengan memanfaatkan sungai untuk budidaya ikan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, tanam ikan ini bisa menambah penghasilan warga,  disamping memenuhi kebutuhan konsumsi gizi warga. Selain tanam ikan, warga juga diajak menanam berbagai jenis sayuran di lahan pekarangan. Pihak desa setempat juga mulai merintis kawasan wisata agro. Berada di Dusun Bulusari, lahan seluas 3 hektar siap dikemas menjadi kawasan wisata agro. Berbagai jenis buah dikembangkan warga di kawasan ini. Seperti jeruk, jambu kristal dan buah naga. (tin)