Tarian Erotis Rusak Citra Pariwisata

18
Syamsul Arifin. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – HADIRNYA tarian erotis di Gedung Wanita Paramita Kencana, pekan lalu, menuai kecaman DPRD Banyuwangi. Sekretaris Komisi III DPRD Banyuwangi, Syamsul Arifin menegaskan hadirnya tarian layak sensor itu bisa merusak citra pariwisata Banyuwangi. Apalagi, Banyuwangi masih dalam tahap berkembang. Politisi PPP ini mengatakan even tarian erotis itu juga tidak mendidik bagi generasi muda. “ Secara institusi, kami menyesalkan kegiatan itu. Kami bukan alergi dengan even bergengsi seperti pameran modifikasi. Tapi, jika diselingi dengan tarian erotis, rasanya tidak tepat,” katanya.

Apalagi, kata politisi asal Kalibaru ini, tarian erotis itu digelar di Gedung Wanita yang dibangun dengan dana rakyat. “ Itu kan bangunan milik daerah. Kenapa dipakai even yang tidak mendidik tersebut,” sesalnya. Syamsul menegaskan, daerah boleh mengejar restribusi setinggi-tingginya. Namun, harus memikirkan etika. Artinya, jangan sampai sebuah even yang digelar menuai kecaman dan protes dari masyarakat.

Sebagai wakil rakyat, kata Samsul, pihaknya memahami aksi protes dan keresahan yang dialami masyarakat. Sebab, Banyuwangi belum pernah ditemukan even yang menyuguhkan tarian tak senonoh. “ Kalau even itu dibuat dalam acara privat, mungkin bisa saja. Tapi, jika di gelar di fasilitas publik, ini yang menuai kontra dari masyarakat,” jelasnya. Pihaknya berharap, kejadian serupa tak terulang lagi. Sebab, Banyuwangi sangat menjaga citra pariwisata dengan baik. Bahkan, ada pantai Syariah yang membuktikan pariwisata di Banyuwangi dikemas berbeda.

Syamsul menambahkan pihaknya mendukung upaya mengusut tuntas tragedi tarian erotis tersebut. Sehingga, kejadian “buruk” itu tak terulang lagi. “ Kami sepakat jika pihak terkait mengusutnya. Minimal ada efek jera, tidak ada lagi kejadian serupa,” pungkasnya.

Tarian erotis menghebohkan Banyuwangi, pekan lalu. Di sejumlah media sosial, muncul tarian layak sensor dalam ajang penutupan pameran mobil modifikasi. Belakangan, kegiatan tarian itu ternyata tak disebutkan dalam proses perizinan. (udi)