IPNU-IPPNU “Sabuk Mangir” Rogojampi, Belajar Beorganisasi Sejak Dini

42
Kegiatan musikalisasi puisi IPNU-IPPNU Sabuk Mangir. (foto/bb/wid)

Rogojampi (BisnisBanyuwangi.cpm) – SEMANGAT berorganisasi di kalangan pelajar makin masif di Banyuwangi. Bahkan, merambah ke tingkat desa. Seperti ditunjukkan para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) – Ikatan Pelajar Putri Nahlatul Ulama (IPPNU) di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi. Jauh dari kota, mereka tak patah semangat untuk belajar beroganisasi sejak dini.

Kehadiran IPNU-IPPNU “Sabuk Mangir” ini didasari kekosongan wadah dalam organisasi NU di Desa Mangir. Berdirinya IPNU-IPPNU Ranting Mangir ini bermula dari dua kader yang mengikuti kegiatan masa kesetiaan anggota (makesta) di Ponpes Raudhatul Alfiyah Pengatigan, Kecamatan Rogojampi. “ Awalnya kami tidak mengetahui seluk beluk organisasi ini. Tapi, dengan pengenalan yang diberikan, kami merasa mendapat pengalaman baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya,” kata Ketua IPNU – IPPNU Mangir, Abdurrahman kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Remaja yang akrab dipanggil Cak Mang ini menambahkan, setelah mengikuti makesta, pihaknya kembali mendapatkan undangan serupa. Kegiatan digelar di SMK NU Rogojampi. Kebetulan, lokasinya di Desa Mangir. Dalam kegiatan ini, diberikan pembekalan seputar NU dan IPNU – IPPNU, kepemimpinan serta organisasi. Dari sinilah, pihaknya mengajukan makesta sendiri, 27 Oktober 2017. Akhirnya, terbentuklah IPNU – IPPNU Ranting Mangir. Di bawah kendali PAC IPNU – IPPNU Rogojampi.

Terbentuknya pengurus ranting ini menarik simpati pelajar lainnya. Sedikit demi sedikit banyak yang bergabung, mengikuti makesta. “ Makesta kami gelar di  MI Miftahul Ulum Mangi,” jelasnya. Sejak itu, IPNU –IPPNU Mangir secara resmi terbentuk. Pihaknya sengaja memberi nama ranting “Sabuk Mangir” sesuai dengan ikon Desa Mangir.

Pihaknya kata Cak Mang, juga memiliki yel-yel sederhana. Hal ini termotivasi atas perjuangannya yang susah payah mendirikan organisasi IPNU-IPPNU Mangir. Dijelaskan, banyak tantangan ketika proses pembentukan organisasi tersebut di desanya. Bahkan, tak jarang muncul silang pendapat. Dari situlah, pihaknya membuat yel-yel penyemangat. Salah satu syairnya “ sopo nyamah mesti kintir”. Artinya, bagi yang tidak suka dengan kemajuan organisasi tersebut pasti akan hanyut dengan egonya. “ Ini hanya pengingat. Intinya, jangan pernah iri dengan kemajuan orang lain,” tegasnya.

Tak hanya berorganisasi, kata Cak Mang, anggota IPNU-IPPNU Mangir memiliki hobi beragam. Mulai menulis syair, shalawat, tartil dan lainnya. Seringkali, kata dia, ketika kegiatan PAC IPNU-IPPNU Rogojampi, pihaknya ikut ambil bagian. Seperti, menyiapkan MC, qiroah dan lainnya. “ Tentunya, ini atas bantuan dan bimbingan dari pengurus PAC,” ujarnya.

Berkat keseriusan mengembangkan organisasi, 10 Maret 2018, IPNU-IPPNU Ranting Mangir mendapat kepercayaan dari PAC Rogojampi dalam ajang pensi serangkaian pelantikan IPNU-IPPNU Kabupaten Banyuwangi. “ Kami menampilkan musikalisasi puisi “Gugur Bunga”. Syairnya, hasil karya kader IPNU-IPPNU Sabuk Mangir,” jelasnya. Hasilnya, lanjut Cak Mang, pihaknya berhasil mendapat juara III. Prestasi ini menjadikan kebanggaan PAC dan pengurus ranting.

Meski baru terbentuk, IPNU-IPPNU Sabuk Mangir sudah menyiapkan beragam agenda program. Salah satunya, khotmil Qur’an dua kali sebulan. Tepatnya hari Minggu. Lalu, paginya shalat subuh berjamaah di tiap mushala di desa setempat. Setelah itu, dilanjutkan saling bertukar pendapat. Tujuannya, saling berbagi pengetahuan dan memupuk persaudaraan antar-anggota. (wid)