Buket Bunga, Laris di Kalangan Remaja

15
Buket bunga segar yang banyak digemari remaja. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – PINTAR membaca peluang, mendatangkan berkah. Setidaknya, pengalaman itu dirasakan Yayan Handoko, pemilik “ Kahiyang Florist” di kota Genteng. Pemuda ini mampu menarik pasar dengan membuka toko bunga segar. Hebatnya, dia menawarkan aneka buket bunga yang digemari kalangan remaja.

“ Saya membuka usaha ini hanya bermodal Rp 700.000,” kata Handoko kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Pemuda 38 tahun ini mengawali bisnis bunga segar saat momen Valentine 2018. Tak disangka, toko bunga segar miliknya banyak diburu. Apalagi, minim pesaing. Untuk memikat pembeli, Handoko memuka lapak di pinggir jalan. Sehingga, mudah dilihat. Menggunakan gerobak motor, dia membuka lapak di depan SMAN 1 Genteng.

Beragam bunga segar ditawarkan. Mulai mawar, sedap malam dan aneka bunga berkelas. Harganya dibandrol mulai Rp 5000 per tangkai. Pihaknya juga melayani pembuatan buket bunga. Termasuk, karangan bunga untuk pernikahan, hiasan meja hingga ucapan duka. Menariknya, dia bisa membuat buket bunga sesuai isi kantong konsumen. “ Harga buket kami tawarkan mulai Rp 20.000 hingga Rp 200.000,” ujarnya. Dengan harga termurah, pihaknya memberikan tiga jenis bunga. Khususnya mawar.

Selain membuka lapak di Genteng, Handoko juga membuka gerai di rumahnya, Jalan Kembiritan, Genteng. Dalam sehari, dia mengaku bisa menjual 10-20 tangkai bunga. “ Yang paling laris saat Valentine dan musim hajatan serta Lebaran,” ujarnya. Untuk memanjakan pelanggan, pihaknya melayani jasa pesan antar bunga. Konsemennya kebanyakan pelajar, staf  kantor dan penata rias pengantin.  Pasokan bunga segar didatangkan langsung dari Malang, menggunakan jasa ekspedisi.

Handoko mengaku, hampir semua jenis bunga diminati. Menurutnya, membuka lapak bunga segar di pinggir jalan cukup beresiko. Sebab, harus melawan cuaca panas, debu dan asap kendaraan. Sehingga, membuat bunga mudah layu.  Untuk menghindari kerugian, dia hanya memajang beberapa bunga segar. Dari usaha ini, pihaknya bisa meraih omzet rata-rata Rp 700.000 per hari. (ida)