Irigasi Dikurangi, Prioritaskan Proyek Jalan

17
Bupati Anas bersama Kadis PU Cipta Karya Mujiono mengecek proyek infrastruktur. (foto/bb/dok)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PEMBANGUNAN infrastruktur di Banyuwangi tahun 2018, sedikit bergeser. Tahun ini, Pemkab memprioritaskan pembangunan akses jalan di seluruh kecamatan. Targetnya, seluruh jalan rusak yang dikeluhkan warga bisa teratasi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pihaknya mengurangi pembangunan irigasi untuk pertanian. Sebab, proyek ini sudah banyak dibuat di tahun sebelumnya. “ Proyek irigasi, kita kurangi. Sebaliknya, kita akan prioritaskan perbaikan akses jalan,” kata Anas usai paripurna penyampaian LKPJ 2017, pekan lalu.

Dijelaskan, banyak akses jalan yang dikeluhkan masyarakat dalam kondisi rusak. Karena itu, tahun ini, keluhan tersebut mendapat perhatian serius. Sehingga, jalan yang rusak bisa segera diperbaiki. “ Tahun lalu, banyak petani mengeluhkan irigasi. Sudah kita buatkan banyak saluran irigasi. Sekarang, giliran jalan,” jelasnya. Menurut Anas, saluran irigasi yang sudah banyak dibangun cukup untuk mendukung sektor pertanian. Karena itu, pihaknya bergeser fokus ke infrastruktur jalan.

Anas menambahkan, infrastruktur jalan ini sangat penting bagi mendukung pengembangan pariwisata dan sektor ekonomi lainnya. Perbaikan jalan ini, kata dia, akan dilakukan menyeluruh. Baik jalan antar desa, maupun jalan antar kecamatan. “ Memang banyak jalan-jalan yang sudah waktunya perbaikan. Ini yang kita prioritaskan,” tegas Anas. Harapannya, dengan jalan yang mulus, aktivitas masyarakat bisa lebih cepat. Apalagi, jika mendukung akses ke kawasan wisata.

Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang Mujiono menegaskan  di tahun 2018, perbaikan jalan hanya tinggal sekitar 12,5 persen. Sebab, sudah 87,5 persen jalan di Banyuwangi dalam kondisi baik. Selain perbaikan, pembangunan jalan difokuskan pada pelebaran. Sebab, bertambahnya volume kendaraan mewajibkan adanya pelebaran akses jalan. Dari lebar jalan 4 meter, ditambah menjadi 6-7 meter. Seperti di jalur Licin ke Pakel. Kemudian, jalur Tembokrejo, Kecamatan Muncar tembus ke Tegaldlimo. ” Volume kendaraan terus bertambah. Jika lebar jalan tak ditambah, lalu lintas akan makin krodit. Ini mengganggu kenyamanan,” pungkasnya. (udi)