Sulit Kredit, Penyandang Disabilitas Bisa Lapor OJK

7
Kepala OJK Jember, Mulyadi. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PENYANDANG disibilitas di Banyuwangi makin diperhatikan. Terbaru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan setiap bank memberikan layanan khusus bagi penyandang disabilitas. Mulai jasa layanan hingga kemudahan pencairan kredit lunak. Sehingga, para penyandang disabilitas bisa merasakan pelayanan yang sama seperti masyarakat umum.

Seruan OJK ini wajib diberlakukan ke seluruh bank. Jika ada yang melanggar, dipastikan dikenai sanksi. “ Jadi, penyandang disabilitas itu bukan pilihan mereka. Karena itu, pelayanan harus diberikan setara dengan orang normal. Perbankan wajib membuka layanan khusus bagi penyandang disabilitas,” kata Kepala OJK Jember, Jawa Timur, Mulyadi usai sosialisasi perbankan kepada penyandang disabilitas di Banyuwangi, Rabu lalu.

Dijelaskan, pelayanan yang baik bagi penyandang disabilitas harus dilakukan menyeluruh. Misalnya, kata Mulyadi, mulai meja layanan khusus, penyediaan kursi roda hingga ada huruf  braile. “ Jadi, harus lengkap pelayanannya, disesuaikan dengan kebutuhan para penyandang disabilitas,” tegasnya. Menurutnya, perbankan di wilayah Jember, sudah ada beberapa yang membuka layanan khusus bagi penyandang disabilitas. Bagi yang belum, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan menyerukan membuka layanan.

Hanya saja, kata Mulyadi, layanan bagi penyandang disabilitas ini masih terbatas bank besar. Sedangkan, penyandang disabilitas lokasinya menyebar. Pihaknya meminta bank kecil mulai membuka layanan seperti ini.

Yang paling ditekankan, kata Mulyadi, setiap bank memberikan kredit lunak bagi penyandang disabilitas. Seperti dilakukan salah satu bank milik pemerintah yang memberikan kredit lunak dengan bunga 3 persen per tahun. Nilai kredit bisa mencapai Rp 200 juta. “Ini sudah bagus, bank peduli dengan penyandang disabilitas,” ujarnya. Layanan perbankan bagi disabilitas, lanjut Mulyadi, sudah mulai dicanangkan tahun 2013. Lalu, ditargetkan beroperasi ke seluruh bank tahun 2016. Karena itu, pihaknya terus memantau bank yang belum membuka layanan disabilitas.

Ditambahkan Mulyadi, bagi penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan layanan khusus di perbankan, bisa langsung melapor ke OJK. “ Nanti, akan kita lihat tingkat kesalahannya. Jika memang terjadi kesalahan, pasti akan kita berikan sanksi tegas,” pungkas Mulyadi.

Kredit bagi penyandang disabilitas disambut positif para penyandang disabilitas. Cahyo, salah satunya. Pria asal Genteng ini mengaku, selama ini, komunitasnya kurang mendapat akses di perbankan. Apalagi, mendapatkan kredit bank. Padahal, banyak penyandang disabilitas yang kreatif, bisa mandiri dengan membuka usaha. “ Saya buka jasa servis elektronik. Dengan kredit khusus disabilitas, tentunya akan jadi tambahan modal,” ujarnya. (udi)