Modifikasi Motor, Hobi yang Menghasilkan

23
Motor modifikasi banyak diburu seiring munculnya klub motor. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – HOBI, jika dikelola dengan baik, bisa menghasilkan rupiah. Seperti ditekuni Iwan, pemilik bengkel modifikasi motor di Genteng. Berawal dari hobi mengutak-atik motor, pria ini justru sukses mengelola bengkel modifikasi. Motor lawas, disulap menjadi kendaraan antik. Harga jualnya lumayan. “ Dulu awalnya motor sendiri saya modifikasi. Ternyata, banyak yang suka. Akhirnya, membuka bengkel modifikasi,” kata pria 40 tahun ini kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Sejak memulai usaha, Iwan mengaku sudah memodifikasi sekitar 50 unit motor. Beragam motor lawas menjadi obyek kreativitasnya. Seperti Honda Grand 1991, Honda CB dan lainnya. Motor lawa dibelinya seharga Rp 3,5 juta. Setelah dimodifikasi, bisa laku Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. “ Syaratnya modifikasi ini harus telaten, sabar. Dan, tentunya harus kreatif,” jelasnya. Dia menyulap rumahnya menjadi  bengkel modifikasi.

Dalam membuat ide modifikasi, Iwan akan melihat kondisi kendaraan. Namun, kebanyakan menyesuaikan keinginan pelanggan. Proses pengerjaan membutuhkan waktu minimal satu bulan. Tergantung, tingkat kerumitan. Apalagi, dia mengerjakannya sendirian.

Dia mengaku, selain kreatif, modifikasi motor harus memiliki sentuhan seni. Sehingga, hasilnya bisa dinikmati. Tidak kaku. “ Kalau tidak punya jiwa seni, sulit menekuni modifikasi motor,” tuturnya.

Kualitas hasil, membuat motor modifikasi buatanya banyak dikenal. Tak hanya Banyuwangi, banyak pesanan datang dari luar kota. Mulai, Surabaya, Bali hingga Jakarta. Rata-rata, pelanggannya kalangan penghobi motor antik. Artinya, motor lawas yang dimodifikasi. Sehingga, terlihat unik. “ Klub jadul itu juga banyak yang pesan,” jelasnya.

Kini, hampir setiap pekan pesanan modifikasi motor selalu datang. Namun, pelanggan harus rela menunggu. Sebab, pengerjaan modifikasi membutuhkan ketelatenan. Apalagi, dikerjakan sendirian. Kini, modifikasi yang sedang tren adalah bentuk Harley. Jadi, motor standar dimodif mirip motor besar.

Selama ini, kata Iwan, seluruh bahan modifikasi bisa didapat dengan mudah di Banyuwangi. Dia berharap, kalangan muda yang hobi modifikasi bisa mengembangkan usaha kerajinan ini. “ Kalau ditekuni, bisa ikut mengurangi pengangguran,” pungkasnya. (ida)