Permintaan Busana Muslim Mulai Meningkat

46
Proses produksi baju muslim di Aifa butik, Genteng. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – LEBARAN masih jauh. Namun, para pengelola butik mulai bersiap menyambut musim panen. Apalagi, pesanan busana muslim mulai meningkat. Hal ini dirasakan Dermawan, pemilik “Aifa Butik” di Jalan Kaliputih, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Menurutnya, minat masyarakat membeli pakaian di butik mulai tumbuh. Sebab, model baju di butik selalu baru. Dibuat terbatas. Sehingga, terkesan eksklusif.  Tak terkecuali baju muslim. Proses belanja juga mudah, tak perlu antri.

Bermodal Rp 30 juta, Dermawan bersama istri mengelola butik sejak tiga tahun terakhir. Pria  32 tahun ini turun langsung mendesain baju. Menekuni dunia desain baju ini dipelajari secara  otodidak. Sebelum membuka butik, sang istri sudah menekuni penjualan secara online. Karena makin berkembang, dia memutuskan membuka butik sendiri. “ Sekarang kami sedang mendesain baju-baju muslim untuk persiapan Lebaran,” kata Dermawan kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Beragam baju muslim tersedia. Khususnya bagi kaum hawa. Seluruhnya dipajang di etalase. Sangat anggun.

Menurut Darmawan, dahulu, warna soft lebih diminati. Kini, dominan warna cerah elegan. Bahannya brokat. “ Ini yang sedang ramai dipesan,” jelasnya. Dijelaskan, bahan brokat membuat kesan anggun dan elegan. Saat ini, kata dia, banyak kaum ibu yang memesan. Pihaknya juga menambah jumlah produksi menghadapi musim Lebaran mendatang.

Dibantu 8 karyawan, Darmawan bisa memproduksi dalam jumlah cukup banyak, cepat. Meski dipasarkan lewat butik, harga baju kreasinya tak dibandrol mahal. Mulai harga Rp 130.000 hingga Rp 800.000. Harga tergantung bahan dan model.

Selain dapat membeli langsung, pembeli  juga bisa memesan. Saat ini pelanggan masih seputar Genteng dan Banyuwangi. Beberapa juga datang dari Surabaya. Dari usaha ini, omzet penjualan baju muslim bisa tembus Rp 10 juta per bulan. Mendekati Lebaran, omzet bisa naik hingga 100 persen.

Bahan membuat baju muslim dahulu didatangkan dari Surabaya. Namun, kini, sudah bisa didapatkan di Genteng. Sehingga, bisa memangkas sedikit biaya produksi. Dalam sehari, pihaknya bisa memproduksi 10 – 20 lembar baju. “Mengutamakan kepuasan pelanggan, salah satu keinginan kami,” jelasnya. Selain pembelian langsung, pihaknya melayani online. (ida)