Gandeng BI, Osing Deles Gelar Pelatihan Aplikasi UMKM

35
Direktur Osing Deles, dr. Zunita Ahmadah Kusuma Dewi bersama perwakilan BI Jember dan Kadis Koperasi. (foto/bb/ist)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – KIPRAH Osing Deles sebagai salah satu pusat oleh-oleh di Banyuwangi dalam memajukan UMKM layak ditiru. Untuk meningkatkan mutu produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Banyuwangi, Osing Deles memberikan  pelatihan berbasis aplikasi UMKM, khususnya  yang menjadi mitra Osing Deles. Tercatat sebanyak 75 pemilik UMKM mengikuti pelatihan. Topiknya, aplikasi akuntansi berbasis mobile. Yang istimewa, pelatihan menggandeng Bank Indonesia (BI) Cabang Jember. Aplikasi yang diajarkan diberi nama Si Apik  (Aplikasi Akuntansi Usaha Mikro Kecil), berbasis Android.

Aplikasi Si Apik bisa merekam catatan keuangan beberapa usaha sekaligus. Mulai bidang perdagangan, jasa, manufaktur, hingga pertanian dan perorangan. Ada beberapa jenis pemasukan dan pengeluaran yang bisa diinput secara sederhana.

Dengan itu pengusaha kecil tidak harus pusing menghitung neraca usaha. Sebab, aplikasi bisa memberikan hasil langsung berupa teks atau grafik yang bisa diunduh, lalu dicetak. Catatan keuangan seperti itu, selain menjadi bahan evaluasi, juga bisa menjadi pertimbangan bank memberikan kredit.

Menurut, dr. Zunita Ahmadah Kusuma Dewi, Direktur  Osing Deles,  pihaknya sengaja membuat kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas menejeman akutansi keuangan dan menejemen usaha pemilik UMKM di Banyuwangi. Termasuk manejemen SDM dan produksi. Sehingga, motivasi bagi para UMKM. Menurutnya, Banyuwangi memiliki banyak peluang mengembangkan usaha potensi lokal.

Meski permodalan menjadi kendala, kata Zunita, bukan berarti menyurutkan langkah pemilik usaha mengembangkan produk. Sehingga, pihaknya berani menggandeng BI dalam pengembangan produk usaha berbasis IT. “Kami pihak Osing Deles sengaja menggandeng BI membantu mengembangkan produk UMKM di Banyuwangi melalui pelatihan berbasis aplikasi. Nantinya bisa berdampak langsung pada pelaku usaha di Banyuwangi,” kata perempuan yang akrab dipanggil Ita ini kepada Bisnis Banyuwangi.

Kedepan, pihak Osing Deles tetap akan bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi, bersinergi membantu mengembangkan usaha di Banyuwangi. Apalagi, kata Ita, pihak BI sangat respon, memberi sinyal untuk memperkuat UMKM dengan pelatihan. Menurutnya, jika UMKM berkembang, kualitas dan mutu produk UMKM akan layak jual.

Sementara itu, Manajer Fungsi Pelaksana dan Pemberdayaan UMKM (FPPU) BI cabang Jember, Yuliarto, mengatakan pihaknya juga memberikan bimbingan teknis kepada pengusaha kecil. Sehingga, bisa tertib dalam pencatatan keuangan. Pihaknya berharap, pelaku usaha kecil secara bertahap terus mengurangi kelemahan. Mulai sisi modal, pasar, dan kelembagaan. “Kami memberikan bimbingan teknis kepada bank, juga menyarankan agar mereka memperhatikan catatan keuangan dalam memberikan pinjaman kepada pengusaha kecil,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi, Alief R. Kartiono mengatakan, di Banyuwangi ada lebih dari 296.000 UMKM. Sebagian besar merupakan usaha mikro.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan ini. Ini sejalan dengan yang kami lakukan di pemerintahan, mengenalkan UMKM pada teknologi komputer dan internet,” kata Alief.

Untuk pemasaran, pihaknya membantu UMKM dengan mengenalkan produk mereka melalui online. Pemkab Banyuwangi,kata dia, ingin agar usaha mikro segera naik menjadi usaha kecil, dan usaha kecil naik level menjadi usaha menengah. “Kami harap UMKM bisa segera menyesuaikan dengan berkembangnya teknologi komputer. Salah satunya di sisi manajemen dan akuntansi,” pungkasnya. (wid/bns)