dr. Andriyani H, MMRS, Dipl. Citbac, Tebar Cinta untuk Keluarga dan Tempat Kerja

dr. Andriyani H, MMRS, Dipl. Citbac. (foto/bb/ist)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – MEMILIKI rutinitas padat, prioritas keluarga tetap yang utama. Itulah gambaran sosok, dr. Andriyani H, MMRS, Dipl. Citbac, Direktur Marketing Klinik “Amour”, Benculuk dan Genteng. Wanita yang mengawali karir menjadi dokter jaga di RS Al-Huda ini dikenal senang berorganisasi. Tidak heran, jika dia sering mendapat peringkat pertama di sekolah. Bahkan, meraih  predikat Cumlaude S2 MMRS tahun 2009.

Menjadi ibu dari empat putra putri (Rainaldo Lazuardi,  Mifta Regita Safira,  R.G Kaisar Aulia dan  Avicenna Hilmibu C. A), membuat, dr Andriyani memiliki banyak peran. Namun, dukungan dari keempat buah hatinya menjadikan perempuan lulusan Confenderation of International Beauty Therapy & Cosmetology (CIBTAC Diploma) tahun 2014 ini menjalani banyak profesi. Tak dipungkiri, kesibukannya sangat menyita waktu. Sehingga harus mampu mengelola waktu dengan benar. Sebagai seorang ibu, kehadirannya harus bisa dirasakan oleh keempat buah hatinya. Baginya, anak-anak menjadi prioritas utama. Dia bersama suami selalu memberi waktu khusus untuk anak-anak. Kesempatan itu dimanfatkan untuk mengajarkan bagaimana menjalani hidup penuh tanggung jawab.

Selain menjabat Kabid Penunjang RSUD Genteng, Andriyani juga menjadi konsultan manajemen RS di beberapa rumah sakit. Termasuk, menjadi Manajer “Vz Skincare” di Banyuwangi. Tak hanya itu, putri pasangan Hamzah Wahyudi Huzaini dan Zubaidah tersebut  mengembangkan dua klinik, Klinik “Amour” di Benculuk, Kecamatan Cluring dan Klinik Amour 2  di Genteng.

Di tengah kesibukan, bagaimana membagi waktu bagi keluarga dan pekerjaan yang menuntut pelayanan banyak pasien ? Alumnus Basic to Advance Medical Aesthetics and Cosmetology Program Jakarta, tahun 2012 itu menuturkan, kunci dari semua yang dijalaninya berkat peran keluarga. Sehingga, dalam setiap kegiatan, dia selalu menjalin komunikasi. Apalagi, dengan kecanggihan tehnologi saat ini, mempermudah selalu sharing bersama keluarga.

Menurutnya, ada sebuah komitmen bersama suami dalam melaksanakan tugas keluarga. Sebagai perempuan, dia harus peran sebagai istri dan ibu. Sehingga dalam berkarir selalu meminta persetujuan suami sebagai kepala keluarga. Demikian juga hubungan dengan anak-anak, tetap menjadi prioritas.

“Saya menjadikan pekerjaan bagian dari hidup. Bukan sebaliknya, hidup untuk bekerja. Bagaimanapun kita harus mampu mengelola waktu, berbagi peran sebagai wanita karir, istri dan sekaligus ibu, serta aktivitas sosial dan untuk diri sendiri,” kata Andriyani saat berbincang dengan Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Tak hanya itu, rasa syukur dengan apa yang sudah dikerjakan menjadi salah satu kuncinya.

Sosok Andriyani tergolong perempuan tangguh. Mampu bekerja dimanapun, kapan saja. Profesionalismenya sudah teruji. Hal itu terlihat dari perjalanan karir yang sering menjadi orang nomor satu di beberapa puskesmas. Wanita murah senyum ini juga dipercaya sebagai Kabid Pelayanan RSUD Genteng 2012-2015 dan Kabid Penunjang RSUD Genteng 2015- sekarang.

Dia menjelaskan, bersama suami tercinta, Direktur RSUD Belambangan, dr. H. Taufik Hidayat, mulai mendirikan Klinik “Amour” yang memberikan layanan kesehatan  terpadu. Kata  Amour, kata Andriyani diambil dari bahasa Prancis, artinya ” cinta “. Harapannya,  pasien di klinik “Amour” semakin dicintai pasangan, sehat dan bahagia.

“Sejak tahun 1992 dari tempat praktik dokter di Benculuk. Kemudian, kami meningkatkan kompetensi, dr. Taufiq Hidayat mengambil spesialis Andrologi (spesialis pria) di Universitas Airlangga,  Surabaya. Saya mengambil Magister Manajemen Rumah Sakit di Universitas Brawijaya, Malang,” ungkapnya.

Setelah lulus, pasangan harmonis ini mendirikan Klinik “Amour” pertama tahun 2011, di Jalan Raya No. 77 Benculuk. Seiring perjalanan waktu, Andriyani merasa ada yang kurang.  Ia merasa  kurang lengkap jika hanya kaum pria yang dijadikan obyek layanan.  Akhirnya, dia memutuskan menempuh studi  Aestetic Medicine ( Kecantikan Medis) di Jakarta. Mengambil Diploma Cibtac (Confideration of International Beauty Therapy & Cosmetology)  dari  England. Alhasil, melengkapi keahliannya di dunia kecantikan. Harapannya dapat membantu kaum wanita lebih percaya diri, khususnya penampulan. Sehingga menjadi pasangan yang serasi dan  harmonis. Lahirlah Klinik “Amour” kedua, tahun 2015 di Jalan Hasyim Asy’ari 100 A Genteng. Klinik ini sekaligus fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sehingga, masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan  yang lengkap, termasuk layanan kesehatan gigi dan mulut, juga praktik umum.

“Kami berusaha menjadikan klinik “Amour” menjadi salah satu klinik berkelas di Banyuwangi dan sekitarnya. Dilayani beberapa dokter profesional di bidangnya,” jelas mantan Wakil Ketua IV TP PKK Kabupaten Banyuwangi 2010-2015 ini. Para dokter itu, spesialis  Andrology atau Spesialis Seksual dan Kesuburan, lalu ddokter Aestetika atau Kecantikan,  serta dokter umum dan dokter gigi.

Kesibukan Andriyani bertambah sejak dua tahun terakhir. Dia memberikan pendampingan beberapa RS terkait dengan manajemen. Termasuk, mengembangkan Klinik “Amour” agar lebih bisa dikenal oleh mayarakat. Ada beberapa inovasi yang dilakukan. Yakni, menambah jenis layanan dan kenyamaan. Saat ini, lanjut Andriyani,  pelanggan sudah bisa melakukan registrasi via online untuk melakukan perawatan. Baik via SMS maupun telepon. Sehingga tidak perlu antri, bisa datang sesuai dengan jadwal yang sudah diinformasikan.

“Kami berkomitmen  selalu memberikan pelayanan optimal dan berkualitas dengan biaya terjangkau. Sesuai motto Klinik Amour :  Kami berikan yang Terbaik untuk Anda,” jelasnya. Di klinik  dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama ( FKTP) ini, pihaknya memberikan layanan kesehatan bagi peserta umum atau peserta BPJS dan asuransi lain sesuai ketentuan. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here