IPNU-IPPNU Songgon, Peduli Lingkungan dengan “Ngaji Sampah”

21
Belajar membuat kerajinan berbahan sampah. (foto/bb/wid)

Songgon (BisnisBanyuwangi.com) – MAKIN banyak kalangan organisasi kesiswaan yang peduli dengan pengelolaan sampah. Tak hanya membuang sampah sembarangan, mereka mulai tertarik mengolah sampah menjadi berbagai barang berharga. Seperti dilakukan Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Kecamatan Songgon. Semangat peduli lingkungan itu dituangkan dalam “Ngaji Sampah”, pekan lalu.

Matahari baru saja tenggelam, aula SMK Nurut Taqwa, Songgon, sudah ramai dengan siswa. Mereka yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU Songgon ini mengikuti pelatihan pengelolaan sampah organik, anorganik dan jurnalistik. Mereka dari tingkatan SMP dan SMA sederajat se-Kecamatan Songgon. Temanya,  “Ngaji Sampah”, serangkaian pra Konfrensi Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Songgon.

Ngaji sampah mencakup tentang pengelolaan sampah organik. Nantinya diolah menjadi kompos organik. Selain itu, mengelola lingkungan sekolah menjadi tertata, asri dan bersih. Tak hanya itu, untuk menanggulangi banyaknya sampah anorganik yang sulit terurai, dihadirkan Bank Sampah. Tujuannya, pemanfaatan sampah plastik dan kertas yang banyak bertebaran di sekolah. Sehingga, dengan pemanfaatan yang dilakukan sekolah, tidak hanya mengurangi jumlah sampah, tapi mendatangkan nilai ekonomis. Dihadirkan juga, tim jurnalistik untuk menjembatani informasi negatif tentang sampah.

Novi Yusianto, Ketua Panitia Ngaji Sampah mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu ihtiyar mengajak pelajar peduli  sampah. Sebab, sampah  menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.  ” Ini niat kami bersama teman-teman yang lain,  mengajak pelajar, terutama di Songgon untuk peduli dan dapat mengelola sampah di lingkungan sekolah,” kata Novi kepada Bisnis Banyuwangi.

Ditambahkan, Ngaji Sampah yang dihadiri beberapa perwakilan sekolah di Songgon tersebut, sebagai salah satu cara menggedor semangat pelajar dalam peduli lingkungan. Ngaji Sampah yang dalam bahasa Arab  Tholabul Ilmi atau menuntut ilmu tentang sampah ini diisi beberapa materi pengenalan tentang sampah organik,  anorganik, jurnalistik serta pengelolaan sampah menjadi barang kerajianan.

Pengelolaan sampah, kata Novi, tidak hanya fokus pada mengelola sampah organik. Namun, bagaimana menata lingkungan sekolah. Termasuk, pemanfaatan sampah anorganik yang banyak berserakan di sekolah. Juga, pengelolaannya agar  mendapatkan income.

“Satu hal yang menarik , bagaimana menginformasikan kegiatan-kegiatan di sekolah. Sehingga, kami juga melakukan pelatihan jurnalistik. Tujuannya,  agar pelajar bisa mengekspos potensi di sekolah masing-masing,” tuturnya.

Kepala SMK Nurut Taqwa Songgon, Sunarko,S.Pd mengaku senang dengan kegiatan yang digagas oleh anak didiknya. Selama ini,kata dia, kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan serta pemanfaatan sampah sering terabaikan. Sehingga, pihaknya merespon baik dan memberikan ruang sepenuhnya bagi narasumber. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Forum Banyuwangi Sehat, Bank Sampah Banyuwangi dan Barokah Mandiri untuk membekali generasi milenial tersebut.  ” Kami sangat mengapresiasi panitia kegiatan Ngaji Sampah ini, mengajak pelajar peduli terhadap sampah, terutama sampah di sekitar. Sehingga dapat menjaga lingkungan sekitar,” ungkapnya. Pihaknya berharap kegiatan ini bisa terus digelar rutin, serta sekolah lain bisa ikut melaksanakan. (wid)