Buah Naga Meroket, Kotak Buah Ikut Laris

33
Kerajinan kotak buah ikut laris seiring meroketnya buah naga. (foto/bb/tin)

Purwoharjo (BisnisBanyuwangi.com) – BERKEMBANGNYA buah naga dan jeruk di Banyuwangi selatan, membuat kotak buah ikut diminati. Peluang ini dimanfaatkan Dadang Eko Priyanto merintis usaha produksi kotak buah, di rumahnya di Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo.

Sebelum ke usaha produksi kotak buah, Dadang bekerja sebagai sopir armada pengiriman buah ke berbagai kota. Banyaknya permintaan kotak buah berbahan kayu membuatnya beralih profesi ke usaha ini sejak tahun 2012. Kini, usaha kotak buah sudah menjadi usaha keluarga. Bahkan, berkembang memiliki satu cabang di Siliragung.

Dikatakan Dadang, bahan yang digunakan bahan kayu basah. Seperti, kayu jabon dan pinus. Selain dari kawasan Banyuwangi, bahan baku didatangkan dari Jember. Kini, untuk produksi pihaknya dibantu 40 tenaga kerja. Sementara cabang di Siliragung dikelola sang adik, memperkerjakan 30 orang.

Kapasitas produksi di satu tempat, per hari 1.000 kotak. “Jika musim buah kapasitas produksi bisa lebih banyak, karena permintaan naik,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Diakuinya, pesanan kotak buah dari pelaku jasa pengiriman buah di seluruh Banyuwangi. Pesanan melonjak saat musim buah jeruk dan buah naga. Bahkan pihaknya sampai kualahan melayani pesanan. Harga dipatok Rp 13.000 per kotak. Dalam sehari untuk memproduksi 1.000 kotak, Dadang membutuhkan  2 truk bahan kayu. Harga bahan kayu tergantung jenisnya. Termahal kayu pinus, harganya Rp 3 juta per truk.  Sementara, usaha yang di Siliragung dikelola sang adik. Dibantu 30 tenaga kerja, kapasitas produksi per hari , 700 kotak. Ongkos tenaga, Rp 1.000 per kotak. Kini, selain mendapat penghasilan, kepuasan dari usaha ini bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Sisa produksi pun dicari orang. Seperti serbuk sisa gergajian kayu. Ternyata, banyak dicari orang untuk dikirim ke luar kota. Dijual dengan harga Rp 2.000 per karung. (tin)