Pilgub Jatim, Gus Ipul Targetkan 1000 Desa Wisata

Cagub Jatim Saiufullah Yusuf disela kunjungan ke Bangsring Under Water, Wongsorejo, Minggu (25/2) sore. (foto/bb/udi)

Banyuwangi  (BisnisBanyuwangi.com) – Calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf memberikan perhatian khusus sektor pariwisata di Jatim. Pengembangan pariwisata menjadi salah satu program yang ditawarkan dalam ajang pilgub. Salah satunya, mentargetkan pembukaan 1000 desa wisata di Jatim. Konsep ini salah satunya meniru di Banyuwangi.

Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini menjelaskan pengembangan pariwisata menjadi pintu masuk peningkatan ekonomi. Karena itu, program 1000 desa wisata bisa menjadi unggulan di Jatim. “Titik tekan programnya adalah warga, pariwisata berbasis warga. Ibu-ibu, anak muda, seluruh warga desa diberdayakan. Kita sasar seribu kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk diberi modal, dibantu homestay-nya, dibantu toiletnya agar berstandar internasional, dibantu sistem dan sebagainya,” jelasnya disela berkunjung ke Bangsring Under Water di Wongsorejo, Minggu (25/2) sore.

Ditargetkan, dengan pengembangan pariwisata akan ada 200.000 lapangan kerja baru bagi warga. Sehingga, penghasilan warga desa bisa bertambah. Dicontohkan, para ibu bisa menjual kuliner. Lalu, anak muda bisa menjadi tour guide. “Seperti di Bangsring Under Water ini penghasilan warga sebagai pengelola wisata relatif besar, melengkapi pendapatan sebagai nelayan. Warga tambah sejahtera,” jelasnya.

Ditambahkan, program pemberdayaan pariwisata di Bangsring Under Water ini bisa diterapkan di kabupaten lain. Seperti yang sudah dilakukan di Trenggalek, Malang dan akan diterapkan di Situbondo. “ Ini sangat bagus. Dulu nelayan mengebom, kini bisa memberdayakan konservasi. Bahkan, penghasilannya bertambah,” jelas Cagub yang diusung PKB-PDIP ini. Menurutnya, dirinya bersama Puti Guruh Soekarno akan mengembangkan desa wisata agro atau berbasis maritim. Sehingga, selain masyarakat bisa sehat, penghasilannya bertambah.

Tak hanya wisata, pihaknya juga fokus dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menurut Gus Ipul, UMKM mampu menyumbang 50 persen produk domestik bruto masyarakat. Termasuk, menyerap 90 persen tenaga kerja. Harapannya, dengan pendampingan, UMKM bisa bersaing. Tak hanya menjual, tapi mampu memproduksi barang. “ Kalau hanya menjual, nanti bisa-bisa mendatangkan barang dari luar negeri. Karena itu, kita dorong berproduksi,” pungkasnya. (udi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here