Ecobrick, Bata Berbahan Sampah

63
Siswa SMAK Himah Mandala membuat tatanan huruf berbahan ecobrick memperingati Hari Sampah. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PERALATAN berbahan sampah makin beragam. Salah satunya, ecobrick, sampah yang dikemas dalam botol. Teknologi ini bukan sekadar mendaur ulang sampah, namun mengumpulkan sampah dan digunakan menjadi benda berguna. Tak hanya dibuat hiasan, ecobrick bisa difungsikan sebagai batu bata. Seperti dikembangkan para siswa SMAK Hikmah Mandala, Banyuwangi disela Hari Sampah Sedunia, Rabu lalu.

Membuat ecobrick cukup sederhana. Para siswa mengumpulkan sampah yang tak bisa terurai. Mulai bungkus plastik bekas, kain dan lainnya. Kemudian, dimasukkan ke dalam botol air mineral berukuran 600 mililiter. Hasilnya, botol tersebut menjadi kuat. Selain hiasan, ecobrick bisa dipakai sebagau tempat sampah, hingga tembok. “ Ini bagian mengajak siswa peduli lingkungan, tepat di Hari Sampah mereka kita ajak mereka membuat ecobrick,” kata T. Catur Wibawa, Kepala SMA Hikmah Mandala.

Menurut Catur, inspirasi membuat ecobrick ini berkaitan dengan penyelamatan lingkungan. Sekaligus, memasuki masa taubat jelang Paskah. Memanfaatkan sampah ini, kata dia, menjadi tradisi rutin di sekolahnya. Tahun sebelumnya, pihaknya mengajak para siswa membuat kerajinan berbahan koran bekas. “ Memang tema kita tentang penyelamatan lingkungan. Jadi, siswa kita ajak menjaga ekologis demi keutuhan ciptaan Tuhan,” jelas pendidik sekaligus rohaniwan ini.

Tak hanya siswa, tugas membuat ecobrick ini juga diwajibkan bagi para guru. Total terkumpul hampir 1000 biji ecobrick. Jika ditimbang, mencapai hampir 2 kwintal sampah. Ecobrick yang sudah tertata, kemudian disusun menjadi huruf  menarik. Tatanan huruf ini dijadikan hiasan di halaman sekolah. Selama Hari Sampah, para siswa juga dilarang membuang sampah. Bahkan, seluruh tempat sampah ditutup dan dibalik selama sehari. Pihaknya juga melarang para siswa maupun guru membawa makanan yang dibungkus sterofoam. Sebab, limbahnya tidak bisa diurai oleh tanah. “ Ini untuk melatih disiplin siswa dan guru bagaimana mengelola sampah untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya. (udi)