Bawang Putih Licin Diperluas 145 Hektar

32
Sentra bawang putih di Desa Tamansari, Licin. (foto/bb/udi)

Licin (BisnisBanyuwangi.com) – SENTRA bawang putih sedang dikembangkan di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Di kawasan ini seluas 116 hektar lahan bawanh putih sudah bersiap panen. Nantinya, luasan lahan akan dikembangkan hingga 145 hektar. Kapasitas produksi mencapai 15 ton per hektar.

Pertanian bawang putih ini mulai dikembangkan, November 2017. Bermitra dengan perusahaan swasta. “Panen perdana 4 Maret mendatang. Nantinya hasil produksi akan dipilah. Ada yang dijadikan bibit dan ada yang didistribusikan ke berbagai daerah,” kata Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan, pekan lalu.

Ditambahkan, pemerintah daerah selama ini aktif mendampingi kelompok tani yang mengolah lahan bawang putih. Menurut Arief, Banyuwangi mendapatkan beberapa keuntungan dengan dibukanya pertanian bawang putih. Salah satunya, penyerapan tenaga kerja. “Tenaga kerja rutin yang diserap 900 hingga 1.000 orang. Jadi ini sangat padat karya sesuai kebijakan Presiden Jokowi,” imbuhnya. Kini, pihaknya sedang dalam proses menyiapkan lahan bawang putih untuk dikelola rakyat. Total sekitar 25 hektar bawang putih yang akan dikelola rakyat dengan pendampingan dari Dinas Pertanian. Bawang putih yang ditanam di Banyuwangi jenis lokal, lumbu hijau dan lumbu kuning. Kualitasnya lebih baik dari impor. Meski ukurannya lebih kecil, rasanya lebih tajam.

Dibukanya lahan bawang putih ini mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian RI. Sebab, Banyuwangi mampu mengembangkan sentra bawang putih yang cukup luas. Ditambah lagi, bawang putih yang ditanam di Banyuwangi memiliki produktivitas yang tinggi, mencapai 15 ton per hektar. Dalam setahun, diperkirakan menghasilkan 4000 ton bawang putih basah. “Saya optimistis bawang putih cocok di sini dan tumbuh baik. Pengembangan ini didampingi Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah,” kata Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono Kamino di Banyuwangi, Kamis lalu.

Pemerintah, lanjut Spudnik, sedang membangkitkan kembali kejayaan produksi bawang putih di Indonesia yang sempat hilang, sejak dibukanya kran impor tahun 1990. Selama ini mayoritas kebutuhan bawang putih dalam negeri masih dipenuhi melalui impor. Seperti dari Tiongkok, Thailand, dan Mesir. Indonesia baru memproduksi bawang putih sebanyak 20.000 ton per tahun. (udi)