SMPN 4 Genteng Siapkan Lulusan Berkualitas, Siswa Kelas 8 Diajak Studi Ilmiah ke Malang

Siswa kelas 8 SMPN 4 Genteng berfoto di depan Masjid Tiban disela studi ilmiah ke Malang,Senin (12/2). (foto/bb/udi)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – MENCETAK lulusan berkualitas menjadi misi utama SMP Negeri (SMPN) 4 Genteng di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Meski jauh dari kota, sekolah di bawah pimpinan  Ida Bagus Kompyang,SPd., ini tak mau kalah berinovasi. Terutama, meningkatkan kualitas anak didik dan program pembelajaran. Salah satu inovasi bergengsi yang digulirkan mengajak para siswa studi tour ilmiah, khususnya kelas 8. Para siswa diajak ke kota apel, Malang, Senin (12/2) lalu. Tak sekadar jalan-jalan, selama kunjungan, mereka diperkenalkan beragam hal yang mendidik, sekaligus penerapan mata pelajaran di kelas.

Kunjungan pertama ke Masjid Seribu Pintu di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Matahari masih tertidur, ketika rombongan siswa bersama “Sanjaya Tour”, diangkut tiga bus dan satu minibus, tiba di lokasi. Suasana dingin tak menyurutkan siswa beribadah. Mereka kompak mandi, berganti baju. Lalu, berbaris rapi. Usai mendapatkan pengarahan dari guru pembimbing, siswa dengan jumlah 172 orang, bergerak menuju masjid. Bangunan masjid tampak megah. Para siswa langsung berkeliling. Tak hanya mengamati, mereka mencatat berbagai hal seputar majid yang dikenal dengan Masjid Tiban ini. Catatan siswa menjadi bahan karya ilmiah. Mereka juga mengambil foto, termasuk wawancara dengan pengurus masjid. Satu jam berkeliling, para siswa berpamitan pulang. “ Studi ilmiah ini sengaja mengajak ke Masjid Tiban. Selain wisata religi, para siswa kita ajarkan keagamaan. Termasuk sejarah terkait masjid ini yang terinspirasi budaya India,” kata Wakasek Kesiswaan SMPN 4 Genteng, Joko Mulyono, MPd, disela mendampingi siswa. Menurutnya, selama ini, para siswa mendapat pelajaran teori di kelas. Dengan studi ilmiah, mereka diajak praktik langsung di lapangan.

Dari Masjid Tiban, studi ilmiah berlanjut ke wisata agro petik apel di Batu. Para siswa diajak melihat langsung proses pengelolaan kebun apel. Mulai pembibitan, penanaman, perawatan tanaman hingga masa panen. Termasuk, melihat pengolahan makanan berbahan apel. Layaknya peneliti, para siswa blusukan ke perkebunan apel. Mereka bertanya langsung ke petani. Fokusnya, tata cara perawatan  pohon apel agar menghasilkan buah berkualitas. Di akhir penelitian, para siswa mendapat bonus panel apel. Sebelum blusukan ke kebun apel, para siswa mendapat pelajaran singkat jurnalistik dan teknik pengambilan foto.

Puas meneliti kebun apel, para siswa diajak belajar budaya dan teknologi. Sasarannya, Jatim Park 1. Di tempat ini, para siswa melihat aneka wahana budaya dan berbagai perkembangan teknologi. Seluruh pengalaman selama studi ilmiah wajib dituangkan dalam karya tulis. Lalu, dipresentasikan. “ Selama studi ilmiah, banyak penerapan mata pelajaran di kelas. Mulai Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, Sejarah dan Bahasa Indonesia. Para siswa kita wajibkan membuat tulisan ilmiah hasil studi tour ini. Sehingga, ketika lulus sudah mampu membuat karya tulis,” kata guru pendamping, Rusdi Yunan Helmi, M.Pd., dan R. Moh. Soim. S.Pd. Dijelaskan, studi ilmiah ini bertujuan mencetak para siswa yang tak sekadar memahami teori. Namun, praktik di lapangan. Hasil tulisan ilmiah wajib dipresentasikan, dibagi per kelompok. Masing-masing 8-9 siswa. Seluruh biaya hasil swadaya wali murid. Berkat studi ilmiah, tingkat akademik siswa meningkat. Tahun 2017, siswa SMPN 4 Genteng bisa mewakili Banyuwangi ke provinsi dalam Olimpiade Sains Nasional IPS. Selain prestasi akademik, SMPN 4 Genteng langganan juara olahraga.

Bagi siswa, studi ilmiah menjadi pengalaman paling berharga. Sebab, bisa melihat langsung ke lapangan beragam hal yang dipelajari di kelas. “ Yang terpenting, kita bisa praktik langsung dan membuat tulisan ilmiah. Ini merupakan pengalaman tak ternilai,” kata Rizka Sri Hartini, salah satu siswa kelas 8. Ketua OSIS ini berharap studi ilmiah bisa diikuti adik kelasnya. (udi/adv)

Siswa Kelas 9 Dikenalkan Sekolah Lanjutan

MEMBERI motivasi pendidikan tinggi ke siswa menjadi kewajiban para guru di SMPN 4 Genteng. Salah satu caranya, mengajak para siswa melihat langsung sekolah berkualitas di kota Banyuwangi, Selasa (13/2) lalu. Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 9, sebanyak 176 siswa. Diangkut armada tiga bus “Sanjaya Tour”, kunjungan diawali ke SMK Negeri (SMKN) 1 Glagah. Para siswa ditunjukkan langsung beragam keunggulan SMK berstandar  internasional ini. Disambut jajaran pengajar, mereka diajak berkeliling. Sedikitnya 13 program keahlian dipamerkan ke hadapan para siswa yang bersiap akan lulus tersebut. Mulai elektronika, teknik komputer jaringan, teknik bangunan, kelistrikan, permesinan hingga pelayaran.

Wajah sumringah terlihat memancar dari para siswa. Sebab, mereka bisa mengamati kualitas pembelajaran di SMKN 1 Glagah. Bahkan, melihat dari dekat beragam peralatan canggih untuk praktik. “ Jadi, ini studi lanjut bagi siswa kelas 9. Mereka yang akan lulus kita ajak melihat langsung sekolah lanjutan. Kita sengaja memilih SMK, karena menawarkan beragam program keahlian,” kata Toyib H, guru BK SMPN 4 Genteng disela mendampingi kunjungan siswa. Pihaknya berharap, setelah melihat SMKN 1 Glagah, anak didiknya bisa memiliki wawasan melanjutkan pendidikan. Selama ini, kata dia, para siswa hanya mengetahui pendidikan lanjutan di sekitar kota Genteng.

Dari SMKN 1 Glagah, studi lanjutan diteruskan ke SMKN 1 Banyuwangi. Di sekolah ini, para siswa kembali mendapat wawasan baru. Beragam  program keahlian pendidikan setingkat SMA ditawarkan. Mulai perhotelan, administrasi perkantoran hingga desain grafis. Para siswa juga diajak melihat langsung beragam proses pembelajaran hingga praktik. “ Dengan beragam pilihan sekolah lanjutan berkualitas, harapannya, para siswa bisa memilih untuk masa depan mereka. Tak hanya berkutat di kota Genteng,” jelas Toyib.

Studi lanjutan sehari ini diakhiri di SMKN Pelayaran. Para siswa melihat langsung berbagai metode pembelajaran khusus kemaritiman. Termasuk, prestasi siswa yang banyak dikirim  magang ke luar negeri. Selama kunjungan, para siswa juga wajib membuat tulisan ilmiah. Dibagi per kelompok, terdiri dari 11 siswa. Puas berkeliling ke sekolah-sekolah, para siswa diajak ke obyek wisata Mirah Fantasi. Pengalaman studi lanjutan ini, kata Toyib, diharapkan bisa sampai ke wali murid. Sehingga, mereka bisa mendorong dan mendukung para siswa memilih sekolah lanjutan yang lebih berbobot. (udi/adv)

Siswa Kelas 7 Diajari Budaya dan Masa Depan

MENYIAPKAN kualitas lulusan di SMPN 4 Genteng benar-benar dimulai sejak dini. Para siswa bukan hanya belajar di kelas. Namun, mempraktikan langsung pelajaran teori di kelas. Seperti diberikan ke para siswa kelas 7, Selasa (13/2) lalu. Menggunakan tiga armada bus “Sanjaya Tour” , kunjungan diawali ke kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi. Mereka diajak melihat beragam budaya hingga kuliner khas bumi Blambangan.

Para siswa melihat aneka peninggalan sejarah Banyuwangi di museum. Ada perabot kuno, pakaian tradisional dan aneka makanan asli Banyuwangi. Lalu, aneka pagelaran seni dan atraksi wisata. Salah satunya, tarian massal Gandrung Sewu.

“ Siswa kelas 7 ini masih tingkatan 1. Mereka kita ajak melihat kekayaan budaya Banyuwangi. Harapannya, ada rasa memiliki dan kebanggaan,” kata Ninik Endah Suwarni,S.Pd, guru Bimbingan Konseling (BK) SMPN 4 Genteng disela mendampingi siswanya.

Menurutnya, selama di kelas, para siswa banyak mendapatkan pelajaran seputar sejarah. Dengan berkunjung di Disparta, para siswa melihat langsung beragam budaya daerah yang dimiliki. “ Jadi, menumbuhkan kecintaan akan budaya dan ikut nguri-nguri,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ninik, para siswa bisa diberikan pemahaman pariwisata Banyuwangi. Caranya, dengan menjaga keseimbangan dengan alam. Sehingga, pariwisata bisa berkembang.

Setelah ke Disparta, para siswa diajak ke Markas TNI AL di Ketapang. Di tempat ini, pengalaman siswa bertambah. Mereka diajari beragam kedisiplinan TNI AL. Mulai masuk kantor, apel hingga mengenal peralatan perang. Yang istimewa, para siswa bertemu langsung Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Letkol Laut (P) Suhartaya.

Menurut Ninik, kunjungan sehari ini memberikan pengalaman berharga seputar budaya dan masa depan. Sebab, setelah berkunjung dari markas TNI AL, para siswa bisa bermimpi tentang masa depan. “ Bisa jadi, setelah lulus SMP, para siswa bercita-cita menjadi TNI AL,” jelasnya. Kunjungan siswa kelas 7 juga diakhiri ke Mirah Fantasia, mengenal langsung keindahan pariwisata pantai. (udi/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here