Harga Naik, Pedagang Beras Keluhkan Modal

Pedagang beras di Pasar Genteng Kulon mengeluhkan naiknya harga. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – NAIKNYA harga beras, tak hanya dikeluhkan konsumen. Pedagang beras ikut terkena dampak. Selain  penjualan turun, modal juga bertambah. Seperti dikeluhkan Janwari, pedagang beras di Pasar Genteng. Belakangan, harga beras naik dari Rp 8000 menjadi Rp 12.000 per kilogram.

Bagi Janwari, naiknya harga cukup menjadi hambatan. Sebab, modal yang yang harus dikeluarkan juga naik. Usaha sebagai penjual beras sudah ditekuni sejak 18 tahun. Janwari sudah paham dengan kualitas beras, baik kualitas bagus ataupun rendah. Keahlian ini diperoleh ketika bekerja di pabrik beras di Gendoh. Selama  menjual beras baru tahun ini harga beras naik  begitu besar . Sehingga membuat para penjual beras kekurangan modal.

Naiknya harga juga membuat Janwari kesulitan mendapatkan pasokan beras berkualitas bagus. Imbasnya, dia hanya menjual beras berkualitas standar dari Bulog. “ Pasokan beras berkurang, mungkin lantaran petani banyak yang belum panen,” kata Janwari kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini. Pemicu lainnya, kata dia, banyak lahan beralih menjadi pertanian buah naga.

Akibat naiknya harga, penjualan ikut turun. Dalam kondisi normal, biasanya penjualan bisa tembus 25 – 50 kilogram. Kini, hanya 2 kilogram. Sebab, harga beras mahal. Kualitasnya kurang bagus. Janwari membuka kios di dalam Pasar Genteng Kulon. Meski harga mahal, Janwari enggan mencampur beras dengan kualitas rendah. “ Takut pelanggan kecewa,” ujarnya. Kini, omzet penjualan anjlok dari Rp 2 juta menjadi Rp 500.000 per bulan. Biasanya, pasokan beras di dapat dari petani dan penggiliangan. Kini, pihaknya terpaksa mengambil dari Bulog. Pria ini berharap haga beras segera normal. Lalu, pasokan bisa kembali seperti semula. (ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here