Dihadang Massa, Eksekusi Rumah Batal

31
Massa menggelar aksi rencana eksekusi rumah di Perum Dadapan Indah, Kabat, Kamis (22/2). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Eksekusi sebuah rumah di Perumahan Dadapan Indah, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Kamis (22/2), mendapat perlawanan. Seratusan massa menghadang juru sita Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Demi pertimbangan keamanan, proses eksekusi dibatalkan. Petugas PN memilih batal ke lokasi.

Sedianya, eksekusi rumah yang ditempati Ali Mustofa, warga Muncar, Banyuwangi ini digelar pukul  08.00 WIB. Namun, sejak pagi, sekitar seratus massa menghadang pintu masuk perumahan. Mereka membawa sejumlah poster, termasuk ban mobil yang akan dibakar. Warga juga berorasi. Isinya, menuding kinerja oknum pegawai Bank Tabungan Nasional (BTN) terkait penjualan rumah. Hingga siang, massa bertahan di lokasi. Mereka baru membubarkan diri setelah perwakilan Polres tiba. “ Jadi, saya didukung warga ingin meminta keadilan. Saya sudah membeli rumah ini secara sah, melalui BTN. Tapi, mendadak rumah sudah dibeli orang lewat lelang,”  kata Ali Mustofa disela orasi.

Pria yang juga anggota DPRD Banyuwangi ini menjelaskan rumah yang kini ditempatinya itu dibeli tahun 2016. Melalui pindah kredit dari pemilik pertama. Kala itu, kata Ali, pihaknya membayar Rp 280 juta kepada pemilik rumah, disaksikan petugas BTN. Bahkan, muncul akta jual beli hingga akta pindah kredit dari notaris yang ditunjuk BTN. Namun, pihaknya tak pernah mendapatkan formulir pindah kredit dari bank. Sehingga, dirinya tidak pernah membayar kekurangan kredit dari pemilih rumah pertama. “ Saya sudah meminta berkali-kali formulir kredit, tapi tak diberi. Sehingga, saya tidak membayar cicilan rumah. Tahu-tahu, muncul penetapan pemenang lelang dari rumah ini,” keluhnya.  Padahal, rumah tersebut sudah ditempatinya, termasuk renovasi dengan biaya besar. Nilai jual rumah itu sekitar Rp 450 juta.

Dia menduga, ada konspirasi jahat oknum pegawai BTN terkait kejadian ini. “ Jadi, saya ingin eksekusi tidak dilakukan. Saya ini korban,” terangnya. Pihaknya juga sedang mengajukan gugatan perdata di PN Banyuwangi terkait persoalan jual beli rumah tersebut. Akibat kejadian ini, pihaknya merugi cukup besar. Padahal, dirinya siap melunasi pindah kredit sesuai aturan. “ Kami melawan bukan tidak tunduk hukum. Tapi, menjadi pembelajaran bagi semua. Jangan mempermainkan rakyat,” tegasnya.

Kabag Operasional Polres Banyuwangi Kompol Samsudin menjelaskan eksekusi batal digelar lantaran pertimbangan keamanan. Menurutnya, PN Banyuwangi sempat meminta pengamanan ke Polsek terkait rencana eksekusi. Namun, ternyata massa jumlahnya cukup banyak. “ Eksekusi tergantung putusan PN. Kami hanya bersifat pengamanan. Kita tunggu dari PN terkait eksekusi lanjutan,” ujarnya. (udi)