Laporan Pelanggaran Etik Dibawa ke Sidang BK

9
Masrohan. (foto/bb/ist)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – BADAN KEHORMATAN (BK) DPRD Banyuwangi tak ingin dicap lamban menangani laporan dugaan pelanggaran etik oknum anggota DPRD, Ahmad Taufik. Wakil Ketua BK DPRD Banyuwangi, Masrohan memastikan laporan dugaan pelanggaran etik akan dibawa ke sidang BK. Namun, sebelum naik ke persidangan, pihaknya meminta keterangan secara resmi kedua belah pihak. “ Kami sudah memanggil secara tertulis kedua belah pihak untuk dilakukan klarifikasi. Setelah itu, ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme BK,” kata politisi Hanura ini, pekan lalu.

Sesuai mekanisme, kata Masrohan, hasil klarifikasi kedua belah pihak akan dibawa ke rapat internal BK. Setelah itu, dikaji lagi untuk masuk ke tahapan sidang etik. “ Jadi, mekanismenya seperti itu,” tegas pria asal Glenmore tersebut. Meski kedua belah pihak, Ahmad Taufik dan Didik Anan Pratama saling lapor ke Polres Banyuwangi, tak mempengaruhi proses di BK. Sebab, proses di BK tidak ada kaitannya dengan laporan yang dilayangkan ke Polres. “ Intinya, proses di BK tetap jalan terus,” pungkasnya.

Kasus dugaan kode etik dan asusila oknum Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi ini mencuat pertengahan Januari lalu. Pelapornya, Didik Anan Pratama, asal Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Pria ini menduga Ahmad Taufik menjalin hubungan terlarang dengan  istrinya, Rina Evayanti. Dugaan hubungan itu dipergoki 3 Desember 2017. Kala itu, Ahmad Taufik, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ditemukan berduaan dengan Rina Evayanti di salah satu rumah warga di Kelurahan Karangejo, Banyuwangi. Melalui pengacaranya, Zainuri Ghasali, pria ini membeberkan sejumlah percakapan terkait dugaan hubungan terlarang tersebut. Terakhir, dia melaporkan politisi PKB ini ke Polres Banyuwangi terkait dugaan asusila. Sebelumnya, Ahmad Taufik lebih dulu melaporkan Didik Anan Pratama ke Polres. Tuduhannya, pencemaran nama baik. Kepada wartawan, Ahmad Taufik membantah melakukan asusila seperti yang dituduhkan. Dia memilih melapor ke Polres lantaran merasa nama baiknya dicemarkan. Pihaknya juga sudah mengklarifikasi tuduhan itu ke BK DPRD. (udi)