Musim Hujan, Bibit Jambu Mulai Panen

42
Bibit jambu makin laris ketika musim hujan. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – HUJAN membawa berkah. Hal ini dirasakan Suwito, penjual bibit jambu di Jalan Raya Jember, Desa Setail, Genteng. Ketika hujan, pria ini mengaku penjualan meningkat. Bisa dibilang musim panen.

Suwito menjadi pedagang yang khusus menyediakan bibit jambu biji. Meski baru lima bulan, pesanan  banyak mengalir. Salah satu jenis yang ditawarkan jambu Deli madu. Terbilang masih baru, jambu ini cukup diminati. Sebab, rasa buahnya beda. Renyah, manis, tak berair. Warnanya hijau “ Pasar bibit jambu biji ini lumayan baik,” kata Suwito kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Menurutnya, harga jambu Deli madu cukup mahal di pasaran. Bisa tembus Rp 35.000 hingga Rp 60.000 per kilogram. Keistimewaan jambu ini, kata Suwito, bisa panen tanpa mengenal musim. “ Umur satu tahun sudah bisa berbuah. Umur 1,5 tahun bisa menghasilkan buah 10 kilogram per pohon,” kata Suwito. Bentuk jambu Deli madu, kata dia, mirip lonceng. Perawatan pohonnya juga tak rumit. Bahkan, bisa ditanam di dalam pot. Agar cepat berbuah disarankan menggunakan pupuk kandang.

Suwito mendatangkan bibit jambu madu Deli dari sahabatnya di Kediri. Bermodal Rp 5 juta, dia mulai merasakan kesuksesan menekuni bisnis hortikultura. “ Saya hanya menjual dua jenis bibit, jambu krital dan deli madu. Harga bibit jambu deli madu ditawarkan Rp 40.000 hingga Rp 20.000 per pohon, tergantung ukuran. Bibit jambu madu deli dikemas dalam polibag besar. Sehingga, pembeli tidak perlu mengganti lagi jika sudah besar. Serta, memudahkan memilih media tanam.

Rata-rata, sehari bisa terjual 50 hingga 75 bibit. Kebetulan lokasi lapaknya sangat strategis, di pinggir jalan raya. Banyak pengendara dari luar kota yang kebetulan melintas tertarik membeli. Menurutnya, bibit jambu madu deli terbilang langka. Sehingga, stok bibit kerap terbatas. Suwito juga memberikan diskon harga jika pembelian dalam jumlah banyak. Bahkan, melayani jasa antar.  Omzet dari penjualan bibit tembus Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per bulan. (ida)