Program Pelayanan Publik Bisa Sedot Wisatawan

39
Program Rantang Kasih bisa menjadi manget wisatawan. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – SEMANGAT berinovasi Pemkab Banyuwangi tak pernah kendur. Sukses mengembangkan potensi pariwisata, sektor lain digarap, dijadikan destinasi baru. Salah satunya, pusat pelayanan publik daerah. Inovasi ini berkaca pada negara maju yang menjadi pusat pelayanan publik menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi.

“Banyuwangi selama ini telah dikenal sebagai destinasi wisata dengan pesona alam dan kekayaan seni-budaya, dibalut dalam berbagai festival. Kita ingin ada lokomotif wisata baru, menjadikan sektor-sektor pelayanan publik sebagai destinasi wisata menarik,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas, Selasa pekan lalu.

Dijelaskan, inovasi pelayanan publik Pemkab Banyuwangi telah mendapat pengakuan, baik dari dalam maupun luar negeri. Menurutnya, banyak daerah berkunjung ke Banyuwangi melakukan kolaborasi untuk meningkatkan pelayanan publik. Harapannya, wisata studi pelayanan publik  ikut berkontribusi menggerakkan ekonomi lokal. Apalagi, jumlahnya dalam setahun bisa mencapai 100.000 orang.

“Tercatat ada lebih dari 20 program pelayanan publik kami yang diadopsi berbagai daerah lain di Indonesia. Kami merangkainya sebagai kolaborasi, karena kami juga belajar dari daerah-daerah tersebut,” ujar Anas.

Anas mencontohkan program “Smart Kampung” yang menjadikan desa sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pusat kegiatan budaya, serta ekonomi kreatif. Program ini kata dia, membuat hampir setiap hari kedatangan birokrasi dari daerah lain untuk belajar. Karena itu, berbagai jenis pelayanan publik bisa dikemas sebagai destinasi. Seperti kantor desa yang pelayanannnya sudah smart office dan mal Pelayanan Publik. Bahkan, bidang pengairan nantinya akan ditata irigasinya, sehingga bisa dinikmati.

Berbagai program lain, seperti Rantang Kasih dan Garda Ampuh bisa dikembangkan. Sehingga, menarik birokrasi daerah lain untuk datang. Menurut Anas, program-program itu bisa meningkatkan empati pengunjung terhadap sesama. Nantinya juga diharapkan bisa membuka jejaring charity para wisatawan yang memiliki kepedulian. “Misalnya, wisatawan yang berkunjung ke rumah  lansia ataupun lembaga-lembaga sosial lainnya di Banyuwangi, kita harapkan memiliki empati sosial tinggi, bisa ikut serta berdonasi,” cetusnya.

Anas berharap destinasi wisata pelayanan publik tersebut tidak hanya menjadi magnet baru bagi wisatawan, tapi cara meningkatkan motivasi bagi para aparat pelaksana pelayanan publik. (udi)