Grosir Camilan, Kentang Balado Terlaris

29
Soni menunjukkan aneka camilan di gudangnya. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – USAHA camilan tak bisa dianggap remeh. Dengan ketelatenan, usaha ini menjadi peluang menjanjikan. Pengalaman ini dirasakan Soni Setiawan, pengusaha grosir camilan di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Berawal dari coba-coba, Soni membuka usaha  menjual camilan dalam bentuk  kemasan. Usaha ini menghabiskan modal Rp 30 juta, baru berjalan sekitar 3 bulan. Pasokan camilan kemasan “Cap Gandrung” ini didatangkan dari Malang, kemudian dikemas dalam berbagai ukuran. “ Selain grosir, kami juga menjual eceran,” kata Soni kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Beragam camilan ditawarkan. Mulai makaroni, taro, kentang balado, kacang polong dan lainnya. Dari sekian camilan, kata Soni, kentang balado yang   paling laris. Selain melayani perorangan, pihaknya memasok camilan ke toko-toko  besar di wilayah Genteng , Jajag , Pesanggaran hingga Glemore. Meski grosir, Soni tetap memberikan eceran dengan kemasan kecil. Harganya Rp  2000 per bungkus.

Saat ini, kata dia, camilan kentang balado dan taro yang paling laris. Harganya, Rp 7000 per seperempat kilogram. Saat ini penjualan bisa tembus 100 kilogram per hari. Menurut Soni, harga camilan ini bervariasi. Termahal hanya Rp 15.500 per kilogram.

Grosir camilan ini merupakan usaha keluarga. Sehingga, semua anggota keluarga ikut membantu proses pengerjaan. Mulai pengemasan hingga pemasaran. “ Jadi, dibutuhkan kekompakan. Tak karyawan maupun bos,” tegasnya.

Dari usaha ini, kata Soni, omzet rata-rata Rp  2  juta hingga Rp 3 juta per bulan. Saat ini, imbuhnya, permintaan camilan relatif naik. Pihaknya memberlakukan sistem konsinyasi. Artinya, titip bayar. “ Kalau dari kami, camilan ini tak bisa dikembalikan ke produsen. Jadi, harus habis. Itu resikonya,” ujarnya. (ida)