Padepokan Agus Salim Residence (ASR), Kembangkan Pontensi Warga dan Lingkungan

79
Anak-anak Padepokan ASR memberikan pelatihan ke siswa yang berkunjung. (foto/bb/wid)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – TINGGAL di tengah jantung kota, bukan berarti kehilangan semangat gotong royong. Seperti dicontohkan komunitas warga di Padepokan Agus Salim Residence (ASR) Banyuwangi. Berawal dari kelompok belajar anak-anak, padepokan di kawasan perumahan ASR ini mulai menyasar warga setempat. Mereka diajak mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), termasuk pemanfaatan lingkungan.

Sejumlah potensi di kawasan setempat dikelola dengan baik. Seperti, budidaya lele yang dikelola masyarakat. Kegiatan ini menjadi program unggalan. Tahun ini memasuki periode kedua sejak dikelola tahun 2017. Berawal dari tebar bibit ikan lele sebanyak 300 ekor tahun 2017, kini warga Padepokan ASR bisa mengembangkan hingga 950 ekor bibit lele. Ditebar di got warga berukuran 10×50 meter.  “Kalau hasilnya, cukup lumayan. Karena baru pertama budidaya di selokan perumahan, jadi secara financial belum dihitung. Hanya ada rasa bangga bisa memanfaatkan lingkungan sekitar rumah sendiri,” kata Ketua sekaligus pendiri Padepokan ASR, Novian Dharma Putra kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Novian bercerita, nama Padepokan ASR, karena lokasinya  berada di Perumahan Agus Salim Residence (ASR) Tamanbaru, Banyuwangi. Berawal dari beberapa kegiatan dan aktivitas di lingkungannya, Novian tergugah mengembangkan potensi anak-anak perumahan setempat. Kini, tidak hanya anak – anak, kegiatan warga dikemas ayah dua anak ini untuk terus dikembangkan. “Awalnya, melihat aktivitas anak-anak tersebut teringat beberapa pembelajaran dari beberapa kampung yang berkembang dengan beberapa inovasi dan kreativitas. Mulai keagamaan, pendidikan, kesenian, keterampilan, kebudayaan, olahraga, mitra usaha dan lainnya,”jelasnya. Sehingga, memacu dirinya membuat suatu wadah, dijadikan pusat pengembangan kreativitas dan inovasi bagi lingkungan.

Ditambahkan, sejatinya warga di Perumahan ASR memiliki banyak potensi. Selain budidaya ikan lele, warga juga menaman sayur. Memanfaatkan lahan di selatan perumahan. Ada cabai, terong, pisang dan sayuran lain. Termasuk juga buah naga.  “Di sini juga ada yang usaha rumahan berbahan dasar kacang. Seperti kacang bawang dan kacang telur. Terus ada donat, sego goreng cemeng dan pengrajin dari bahan jeans,” jelasnya.

Salah satu pengrajin kacang telur dan kacang bawang adalah pasangan suami istri, Suryadi dan Sukarmi. Mulai produksi tahun 2001. Produk usaha tersebut dikirim hingga ke luar kota. Seperti Surabaya, Bojonegoro dan Lamongan. “ Meski masih belum gabung UMKM, pasar kami cukup jauh dan masih kewalahan menerima order,” kata Sukarmi.

Lalu, Nurhasanah, pemilik usaha donat menuturkan, Padepokan ASR menjadi referensi warga untuk mengembangkan usaha. Tidak hanya fokus pada lingkungan, tapi sisi bisnis yang memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat. “Kalau saya lebih membuat produk donat. Jadi kalau ada kegiatan-kegiatan Padepokan ASR maupun warga sekitar, bisa menggunakan jasa kami, selain dikirim keluar perumahan ASR,” ujarnya.

Warga di Padepokan ASR juga membuat kerajinan daur ulang jeans. Seperti dilakukan Bambang Hermanto dan Zainus. Keduanya membuat tas kerajinan tangan berbahan jeans.

Menurut Novian, kerajinan yang dibuat warga ASR tersebut adalah  tas all type yang disesuaikan dengan pesanan. Bahan bisa dari kostumer maupun dari pengrajin. Harganya, Rp 60.000 hingga Rp 130.000, tergantung model. Termasuk menerima vermak.

“Di sini juga ada yang punya usaha rumahan membuat udeng dari kain perca, tudung saji, namanya Vensi Bidadari,” ujar Novian.

Yang terbaru, kata Novian, warga membuat usaha rumahan Sego Goreng Cemeng. Nasi goreng berwarna hitam ini berbahan utama ikan cumi.

“Harapan kami sebagai pengelola Padepokan ASR, semua masyarakat terutama di lingkungan Perumahan ASR mampu menumbuh kembangkan serta mengarahkan potensi kreasi dan inovasi dalam segala bidang. Baik lingkungan, ekonomi kerakyatan dan sosial (LES),”imbuhnya.

Dari harapan tersebut, pihaknya mengadakan beberapa kegiatan, mengarahkan potensi dan bakat seseorang. Kegiatan ini dimulai dari anak-anak di Padepokan ASR.

“Bagi kami anak-anak adalah aset dan penerus cita-cita bangsa yang harus kita arahkan sesuai dengan potensi dan bakat yang dimiliki. Mudah – mudahan dengan adanya Padepokan ASR ini mampu membantu masyarakatnya lebih aktif, kreatif, produktif dan inovatif dalam segala bidang,” tegasnya.

Selain itu, Padepokan ASR selalu melibatkan warga perumahan dalam setiap kegiatan. Terutama ‘kulo nuwun’ terhadap orang tua anak-anak ASR. Musyawarah rutin sebagai ajang silaturrohim dan memajukan program Padepokan ASR. “Saat ini Padepokan ASR sudah menjadi jujugan bagi komunitas, lembaga pemerintah dan lembaga pendidikan untuk lokasi belajar,” pungkasnya. (wid)