Lebih Awet, Servis Sofa tetap Ramai

15
Jasa servis sofa diminati karena lebih awet. (foto/bb/tin)

Bangorejo (BisnisBanyuwangi.com) – DI TENGAH ramainya pasar furnitur, jasa servis sofa ternyata tetap ramai. Bahkan, meski Lebaran, masih beberapa bulan mendatang, permintaan jasa perbaikan sofa sudah ramai. Usaha make over sofa ini ditekuni Saiman, warga Dusun Kebonrejo, RT 03, RW I, Desa Kebondalem,  Kecamatan Bangorejo.  Usaha jasa servis sofa ini sudah ditekuni Saiman sejak 15 tahun silam. Sebelum menekuni usaha ini, dia bekerja sebagai tukang jahit. Sempat 10 tahun bekerja di Bali di sebuah perusahaan garmen. Lantas, bapak dua anak ini memilih pulang kampung, membuka usaha perbaikan sofa ini.

Saiman mengaku merintis usaha dari bawah, dari modal nol. “Awalnya saya buat sofa buat sendiri, lantas banyak yang suka,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Selain melayani servis sofa bekas, Saiman juga melayani jasa pembuatan sofa baru.

Seiring waktu, dari mulut ke mulut usahanya kian dikenal. Apalagi usaha perbaikan sofa ini masih minim pesaing. Saat ini permintaan jasa servis sofa tak hanya banjir saar jelang Lebaran, tapi di luar itu juga banyak. Kini, dibantu 5 tenaga karyawan, dalam sehari dirinya bisa menyelesaikan  1 – 2 set sofa.

Biasanya, setelah melihat langsung, Saiman bisa mengetahui sofa tersebut masih bisa diperbaiki atau tidak. Menurutnya syarat sofa masih bisa diperbaiki jika kayunya masih kuat. Bahan yang dipakai spon, oskar dan kain. Saat ini tipe sofa model minimalis paling banyak diminati. Pelanggannya datang dari berbagai daerah. Seperti Pesanggaran, Siliragung dan Genteng. “Yang terpenting jaga kualitas dan kepercayaan pelanggan,” ucapnya.

Harga servis atau make over sofa ini dibandrol mulai dari Rp 1,7 juta hingga  Rp 2 juta. Sementara, jasa pembuatan sofa baru dibandrol Rp 3,5 juta hingga  Rp 4 juta. Keunggulan sofa buatan sendiri ini kata Saiman bisa dibuat sesuai budget pelanggan. Kualitasnya lebih kuat, bisa tahan selama 7 – 10 tahun. (tin)