Imlek Masuk Banyuwangi Festival

82
Launching Banyuwangi Festival di Kementerian Parwisata. (foto/bb/ist)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – EVEN Banyuwangi Festival 2018 kian beragam. Tercatat 77 festival akan memeriahkan Banyuwangi sepanjang tahun. Mulai seni budaya, keindahan alam, olahraga hingga beragam potensi daerah.  Yang istimewa, ada berbagai atraksi wisata baru berbasis potensi dan kearifan lokal yang disuguhkan dalam Banyuwangi Festival. Salah satunya, Festival Imlek yang akan menampilkan tradisi khas warga Tionghoa, 17 Maret mendatang. Ada juga Festival Tahu-Tempe, 9-13 Februari. Lalu, Festival Karya Tari, 31 Maret dan Festival Cokelat, 21 Mei.

”Atraksi-atraksi baru kami harapkan semakin memperkaya dan memperkuat posisi Banyuwangi dalam peta persaingan pariwisata. Seperti Fishing Festival, akan kami padukan dengan paket-paket wisata memancing yang kini sedang tumbuh. Juga Festival Cokelat untuk mengangkat kakao kami yang sudah rutin diekspor ke berbagai negara,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, pekan lalu.

Menurutnya, Banyuwangi Festival  menjadi cara ampuh menumbuhkan kepedulian pada Banyuwangi. Terbukti, banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara menikmati aneka atraksi wisata di Banyuwangi Festival.

Anas mengakui efektivitas sektor pariwisata dalam menggerakkan ekonomi lokal. Beragam program pengembangan pariwisata mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Turis domestik ke Banyuwangi, meningkat dari 497.000 (2010) menjadi 4,01 juta (2016). Wisatawan mancanegara dari 5.205 (2010) menjadi 91.000 turis (2017). Pendapatan devisa  tembus Rp 546 miliar, berdasar perhitungan Kementerian Pariwisata. Semua itu, kata Anas, ikut mendorong peningkatan pendapatan per kapita warga Banyuwangi. Naik dua kali lipat dari Rp 20,8 juta (2010) menjadi Rp 41,5 juta per orang per tahun (2016). (udi)