Siaga Difteri, Mahasiswa Disasar Imunisasi

26
dr. Widji Lestariono. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – MEREBAKNYA kasus difteri membuat Pemprov Jatim menyatakan KLB. Otomatis, Banyuwangi ikut terdampak. Mengantisipasi munculnya kasus serupa, Dinas Kesehatan Banyuwangi mulai siaga. Salah satunya, menggelar imunisasi massal. Tak hanya anak-anak, imunisasi menyasar remaja hingga usia 19 tahun.

“ Jadi, mahasiswa juga kita sasar imunisasi difteri ini, tanpa melihat imunisasi sebelumnya. Aturannya memang begitu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, pekan lalu. Imunisasi massal ini akan digelar selama bulan Februari ini.

Kini, timnya sudah mulai melakukan pendataan warga yang disasar imunisasi.

Selain pendataan, persiapan logistik sudah ditata. “ Vaksin disiapkan secara nasional dari Kementerian Kesehatan. Kita ambil di provinsi,” jelasnya. Proses imunisasi, kata dia, akan melibatkan seluruh tim di setiap Puskesmas. Mereka akan disebar selama sebulan penuh.

Imunisasi massal ini akan digelar tiga kali setahun. Setelah Februari, imunisasi akan digelar lagi Juli mendatang. Sasarannya tetap sama, remaja 19 tahun ke bawah. Lalu, imunisasi terakhir digelar Desember.

Tujuannya, kata Rio, memberikan kekebalan tubuh bagi warga terhadap kemungkinan serangan difteri. Meski di Banyuwangi belum ditemukan korban, pihaknya tetap menyatakan siaga. Apalagi, sempat ditemukan lima warga yang terduga difteri. “ Kita sudah pastikan lima warga yang sempat dicurigai ternyata negatif. Tapi, kita tetap siaga. Apalagi, Jatim sudah dinyatakan KLB,” jelas Rio.

Virus difteri menyerang masyarakat tanpa memandang umur. Gejalanya, mirip flu dan panas di tenggorokan. Pihaknya mengimbau jika ada warga yang mengeluhkan gejala tersebut segera dibawa ke Puskesmas.  “ Semakin cepat penanganan semakin bagus,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat lebih menjaga kebersihan. Sehingga, bisa terhindar dari kemungkinan terserang difteri. (udi)