Musim Hujan, Servis Mesin Cuci Panen

Musim hujan, jasa servis mesin cuci sangat laris. (foto/bb/tin)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – DI TENGAH harga elektronik yang kian mahal, jasa servis elektronik  ikut banjir permintaan. Seperti mesin cuci dan kulkas. Salah satu tempat yang menawarkan jasa servis elektronik ini ditekuni Yanto, di kawasan Tegalsari. Usaha jasa elektronika ini sudah ditekuni pria paruh baya ini sejak 8 tahun silam. “Awalnya melayani jasa servis televisi, belakangan mesin cuci dan kulkas,” kisahnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Untuk jasa servis mesin cuci tiap hari bisa melayani 2 -4 permintaan. “Jika musim hujan, permintaan kian banyak,” ucapnya. Kerusakan rata-rata pada kerusakan mesin. Ongkos perbakan Rp 450.000. Proses pengerjaan bisa 2 hari.

Meski hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, pelanggannya cukup banyak. Dari berbagai kawasan. Seperti Pesanggaran dan Kalibaru. Sementara, banyak juga peminat jasa servis kulkas. Rata-rata masalahnya frozen bocor.  Ongkos perbaikan Rp 250.000. Sementara untuk ganti mesin, dibandrol ongkos Rp 450.000. Selain kulkas lama,dirinya banyak menangani kulkas baru yang rusak.

Untuk spare part dia tawarkan kualitas second. Saat ini selain melayani jasa servis, Yanto juga melayani jasa jual beli elektronik bekas. Termasuk mesin cuci dan kulkas.  “Untuk mesin cuci tak ada garansi. Sementara kulkas bergaransi  satu bulan,” ungkapnya. Jaminan garansi ini hanya diberikan bagi pelanggan yang daya listrik di rumahnya 900 watt. Untuk mendapatkan mesin cuci dan kulkas bekas, tiap hari Yanto harus berkeliling. Dirinya juga melayani jasa tukar tambah. Sekali jalan Yanto bisa mendapat 3 – 4 mesin cuci rusak. Harga mesin cuci rusak dia beli seharga Rp 100.000 – Rp 150.000 per unit. Selain dari kawasan Banyuwangi, dirinya mendapat pasokan elektronik bekas dari Bali. Dari sinilah, Yanto mendapat spart part yang dia perlukan. Setelah itu, mesin cuci rusak diperbaiki, selanjutnya dia jual Rp 450.000 per unit. Dari usaha ini bapak 2 anak ini mengaku mendapat hasil lumayan. Sebelum ke usaha ini, Yanto bekerja sebagai sopir truk selama 20 tahun. Di usia yang kian tua, dia ingin bekerja di rumah. Usaha yang dia bangun dari nol ini hanya bermodal kejujuran. Keahlian servis elektronk dia pelajari secara otodidak. (tin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here