Desa Pesanggaran, Pasar Desa Disulap Jadi Wisata Belanja

77
Suasana pasar Desa Pesanggaran yang selalu ramai. (foto/bb/tin)

Pesanggaran (BisnisBanyuwangi.com) – DESA Pesanggaran berada di jalur menuju obyek wisata di wilayah Kecamatan Pesanggaran. Tak heran, jika desa ini kian dikenal. Salah satu potensi yang dimiliki desa ini selain jeruk dan buah naga, terdapat pasar tradisional. Menjadi penompang ekonomi warga.

Pasar Pesanggaran berada tepat di jantung kota ini. Pasar ini menjadi denyut nadi ekonomi warga setempat. Suasana pasar desa ini cukup ramai. Berbagai produk ditawarkan, dari hasil pertanian warga, produk fashion dan aneka kuliner.

Tak hanya warga setempat, pasar ini menjadi jujukan wisatawan yang datang maupun menuju lokasi wisata Pulau Merah maupun Rajekwesi. “Sejauh ini banyak wisatawan yang mampir ke sana,” ungkap Kepala Desa Pesanggaran, Sukirno kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Kondisi pasar ini selalu ramai.  Meski, kata Sukirno, kondisi pasar tradisional ini belum tertata. Bahkan, sejak dulu kondisinya tak jauh berbeda. “Karena itu, rencana kami ke depan ingin menata pasar desa ini agar lebih menarik,” ucapnya.

Daya tarik pasar tradisional ini, berada di jalur utama menuju kawasan objek wisata Pantai Pulau Merah, dan objek wisata Banyuwangi selatan. Serta, berada di tengah kota, dikelilingi pusat perkantoran. Sehingga cocok jika dikemas sebagai kawasan wisata belanja. Sejauh ini kata Sukirno banyak wisatawan sengaja mampir ke pasar ini untuk berburu oleh-oleh. “Kami siap, hanya kini masih terganjal biaya,” jelasnya.

Masalah lainnya, pasar ini belum memiliki mobil pengangkut , serta minimnya tempat sampah. Selama ini, untuk mengangkut sampah ke TPA memakai mobil rakitan sendiri. Kondisinya memprihatikan. Dia berharap ada bantuan mobil pengangkut sampah, serta penambahan tempat sampah dari pemerintah setempat.

Selain itu, tahun ini Sukirno akan mempercantik wajah desa ini dengan menanam pepaya. Rencana, pohon pepaya ini akan ditanam di sepanjang tepi jalan desa. “Selain menjadikan wajah jalan desa lebih cantik, juga memiliki nilai ekonomis,” ungkapnya. Jenis pepaya California yang dipilih. Sukirno berharap tahun ini, program tanam kates ini bisa direalisasikan. Di samping itu, program prioritas lain, pembangunan jalan desa. Sejauh ini 80 persen kondisi jalan desa masih rusak. Padahal akses jalan desa ini sangat penting untuk mendukung akses perkonomian warga, termasuk akses menuju kawasan wisata. (tin)