Musim Panen, Rambutan Binjai Paling Laris

68
Pasokan rambutan siap dikirim ke berbagai daerah. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – SATU lagi komoditi pertanian dari Banyuwangi yang mulai dikenal pasar nasional. Selain buah naga dan jeruk, rambutan menjadi andalan. Saat musim panen raya, rambutan Banyuwangi banyak dikirim ke berbagai daerah. Rambutan jenis Binjai yang paling laris. Dagingnya tebal, rasanya gurih. Musim panen raya tahun ini mundur dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, November. Kini, mundur hingga Januari.

Musim panen raya, harga rambutan Binjai alias rafiah dibandrol Rp 6000 per kilogram. “ Jenis rambutan Binjai yang paling laris. Rasanya manis, dagingnya tebal,” kata Sunar, pedagang rambutan asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Usaha sebagai pedagang rambutan sudah ditekuni sejak 10 tahun. Dahulu, kata Sunar, hanya bermodal Rp 10 juta. Kini, jika ingin membuka usaha serupa minimal bermodal Rp 50 juta. Menurut Sunar, berdagang rambuttan menjadi usaha musiman. Pihaknya mengirim rambutan ke berbagai daerah. Seperti Surabaya, Jakarta, Kediri, Bali hingga Kalimantan.

Pasokan rambutan diperolah dari para petani di wilayah Genteng dan sekitarnya. “Sekarang pasokan rambutan tidak terlalu banyak. Sebab, banyak yang dipotong, diganti buah naga,” kata Sunar. Pemicu lainnya, cuaca hujan yang terus menerus. Sehingga bunga rambutan banyak rontok, tak sampai berbuah.

Satu pohon rambutan, kata Sunar, bisa menghasilkan  2-3 kwintal buah. “ Akibat cuaca hujan, panen tidak bisa bersamaan dalam satu pohon,” jelasnya. Selain jenis Binjai, ada beberapa jenis rambutan hasil panen warga. Untuk memanjakan petani, Sunar menyediakan angkutan bagi petani ketika panen. Kini, pasokan rambutan rata-rata tembus 7 kwintal hingga 1 ton per hari. Sunar dibantu 5 orang karyawan dalam menjalankan usahanya. Sehari, Sunar bisa mengirim rambuttan hingga 3 kali. Dari usaha ini, omzet bisa tembus Rp 5 juta setiap kali pengiriman. (ida)