Lebih Awet, Almari Alumunium Jadi Primadona

Almari alumunium lebih diminati. (foto/bb/ida)

Gambiran (BisnisBanyuwangi.com) – JASA kerajinan perabot berbahan alumunium makin moncer. Selain terjangkau, perabot berbahan alumunium lebih awet. Bebas hama rayap. Alasan ini yang membuat masyarakat lebih memilih perabot rumah berbahan alumunium. Almari salah satunya. Belakangan, permintaan almari alumunium kian meningkat. Selain almari, permintaan lapak alumunium juga ikut naik. “ Almari dan rombong pedagang yang paling laris,” kata Sunaryo, pengrajin perabot alumunium di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Dijelaskan, perabot alumunium banyak disukai lantaran tak mudah lapuk. Berbeda dengan perabot berbahan kayu. Selain almari, beragam perabot bisa dibuat dengan bahan alumunium. Seperti, rak piring, etalase , jemuran dan lainnya.

Sunaryo, merupakan salah satu  pengrajin almunium yang tergolong cukup lama. Di kawasan selatan, nama pria ini cukup dikenal sebagai spesialis alumunium. Tak heran jika pelanggannya cukup banyak. Bahkan, banyak toko besar memesan darinya.

Menurut Sunaryo, pengerjaan perabot alumunium tidak terlalu lama. Rata-rata,  3 hari hingga satu minggu. Tergantung, tingkat kerumitan. Harga almari dibandrol mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 4,5 juta. Saat ini, Sunaryo mengembangkan perabot alumunium putih. Meski harganya mahal, kualitasnya cukup baik. Lebih rapi, elegan dibandingkan alumunium perak.

Pasokan bahan alumunium di datangkan dari Banyuwangi. Setap hari, pihaknya bisa melayani 4-5 perabot. Dibantu tiga karyawan, Sunaryo menjalankan usahanya.  “Kami juga punya stok barang jadi. Konsumen bisa tinggal memilih,” ujarnya.

Untuk memanjakan pelanggan, Sunaryo memberikan layanan jasa antar. Di tengah ketatnya persaingan, Sunaryo tak terlalu risau. Salah satu rahasianya, kualitas tetap nomor satu. Lalu, pelayanan ramah kepada konsumen. Tak kalah penting, pengiriman barang harus tepat waktu. Pihaknya juga melayani servis perabot alumunium. Kerajinan ini juga tak kebingungan memanfaatkan limbah. Sebab, limbah bisa dijual. Sulitnya pasokan kaca, menjadi salah satu hambatan usaha ini. (ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here